Lepo Gete di Sikka Diminati Wisatawan
Para ibu rumah tangga (IRT) memanfaatkan kehadiran turis dengan menawarkan berbagai produk kerajinan tenun ikat. Kerajinan gelang, kalung dan Rosario
Penulis: Felix Janggu | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, MAUMERE,PK -- Meski atapnya sudah banyak yang rusak, "Lepo Gete" yang dulu merupakan rumah tinggal bagi raja Kerajaan Sikka, diminati banyak pengunjung.
Bangunan tua di pantai selatan Sikka itu memiliki daya tarik karena merupakan salah satu bangunan bersejarah bagi Sikka.
"Sayang sekali rumah ini atapnya sudah banyak yang rusak. Padahal bangunan ini adalah bangunan bersejarah, sama seperti gereja tua Sikka itu," ujar beberapa Mahasiswa Ledalero yang mengunjungi Lepo Gete, Rabu (14/10/2015).
Para ibu rumah tangga (IRT) memanfaatkan kehadiran turis dengan menawarkan berbagai produk kerajinan tenun ikat. Kerajinan gelang, kalung dan Rosario dari kulit kerang.
Bangunan panggung itu beratap daun ilalang dengan tiang penyangga dari balok batang Pohon Lontar. Meski sudah berusia tua, kayu-kayu tampak kokoh. Sebagian atap sudah rusak, matahari bisa bersinar langsung ke dalam ruangan menembusi atap yang rusak.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus kepada Pos Kupang, Kamis (15/10/2015) mengungkapkan sampai saat ini, pemerintah belum bisa mengintervensi perbaikan bangunan Lepo Gete, kecuali ada musrembang di tingkat bawah mengusulkan hal itu.
"Saya dengar masih ada persoalan internal pewaris kerajaan Sikka yang perlu diselesaikan. Ini memang kompleks dan pemerintah tidak bisa intervensi masalah begini," kata Sirilus.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ruma-gete-di-sikka_20151015_200839.jpg)