Selasa, 21 April 2026

Bantuan Kemanusiaan dari AMP TTS Untuk Korban Kekeringan TTS

Bantuan kemanusiaan ini juga diberikan kepada ibu hamil dan menyusui.

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang
BERSAMA ANAK-ANAK - Anggota AMP TTS foto bersama anak-anak penerima bantuan kemanusiaan di Desa Tueneka, Sabtu (26/9/2015). 

POS KUPANG.COM, SOE -"Saya senang Pak hari ini bisa dapat susu dan buku tulis secara gratis. Saya ucapan terima kasih kepada bapak mama yang sudah mau memberikan hadiah ini untuk kami."

Hal ini disampaikan Sprilius Seli, warga Dusun III Desa Tueneke, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu (26/9/2015).

Sprilius merupakan salah satu anak dari puluhan anak di Dusun III, Desa Tueneke, yang mendapatkan bantuan kemanusiaan dari perhimpunan tenaga kerja wanita yang bekerja di Hokong (Bara JP) dan Angkatan Muda Peduli TTS (AMP). Selain Desa Tueneke, bantuan kemanusiaan berupa susu dan buku tulis juga dibagikan di Dusun III Desa Kualin.

Rona bahagia begitu terpancar dari wajah puluhan anak yang menerima bantuan tersebut. Dengan penuh senyum mereka berbaris rapi mengantre menerima bantuan tersebut. Setelah menerima buku dan susu, ucapan terima kasih tak lupa diutarakan kepada kakak-kakak dari AMP yang membagikan bantuan tersebut.

Bantuan kemanusiaan ini juga diberikan kepada ibu hamil dan menyusui. Diharapkan dengan mengkonsumsi susu, kebutuhan nutrisi sang ibu dapat terpenuhi, sehingga anak dalam kandungan bisa memperoleh asupan gizi yang mencukupi.

Sekretaris AMP, Yuksam Benu, mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap saudara-saudari yang sedang tertimpa musibah khususnya anak-anak dan ibu hamil.

"Untuk bantuan sembako kami rasa sudah banyak yang memberikan. Namun bantuan untuk anak-anak dan ibu hamil berupa susu dan buku tulis kami rasa masih sangat kurang. Karena itu, kami bersama Bara JP tergerak untuk memberikan bantuan susu dan buku tulis. Bantuan ini juga merupakan wujud dukungan terciptanya generasi TTS yang cerdas ke depan," ujarnya Yuksam, didampingi Roni Foeh, Erens Benu, Andre Liem, Yopi Tapenu dan Hudson Banunaek.

Anggota DPRD NTT, Jefri Unbanunaek, yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan, anak-anak yang menjadi korban kekeringan seharusnya mendapatkan perhatian lebih karena mereka generasi penerus TTS. Karena itu asupan gizi dan perlengkapan sekolah harus menjadi perhatian utama.

"Kalau kita mau generasi TTS cerdas ke depan maka fokus perhatian kita harus pada anak-anak. Kalau gizi dan prasarana pendidikan kita masih kurang jangan harap akan ada generasi TTS yang cerdas," katanya. (din)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved