Sidang Raya Sinode GMIT
Peserta Minta Perhatikan Mutasi Pendeta
Mutasi pendeta di tubuh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), harus diperhatikan dan dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada di dalam GMIT
Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas
POS KUPANG.COM, BA'A -- Mutasi pendeta di tubuh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), harus diperhatikan dan dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada di dalam GMIT.
Karena ada pendeta yang baru melayani dua sampai tiga tahun pelayanan sudah dimutasi.
Sedangkan pendeta lainnya bertugas sampai belasan tahun, tetap tidak dimutasi.
Pernyataan ini disampaikan sejumlah perwakilan klasis saat memberikan respon atas laporan pertanggung jawaban Majelis Sinode (MS) GMIT periode 2011-2015 di Auditorium Tiilangga, Rabu (23/9/2015) malam.
Sebagian besar pembicara yang mewakili klasis-klasis ini meminta agar pelaksanaan mutasi pendeta dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di GMIT, sehingga tidak terkesan pilih kasih, atau ada anak emas dan anak tiri.
"Mutasi pendeta perlu diperhatikan dengan baik, termasuk mempertimbangkan kelangsungan kehidupan keluarga pendeta yang suami-istri pendeta. Jadi saya mohon pertimbangan majelis sinode untuk memperhatikan hal ini," jelas perwakilan dari Klasis Mollo Timur.
Usulan-usulan ini kemudian dicatat dan ditampung oleh majelis ketua persidangan (MKP), untuk kemudian didistribusikan ke komisi-komisi untuk dibahas lebih lanjut guna ditetapkan dalam Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan (HKUP) MS GMIT periode pelayanan 2015-2019, yang akan dimulai hari ini Kamis (24/9/2015) dan akan berlangsung di 10 gedung gereja yang ada di Kota Ba'a dan sekitarnya.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang