Senin, 20 April 2026

Ada Bayi Hasil Hubungan Gelap, Wanita Takut Kembali ke Rumah Suami

Kehidupan Vinsensia Dua bersama dengan tiga anaknya di Transito, Jalan Eltari Maumere semakin memprihatinkan. Pagi, siang dan malam mereka hanya memak

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Vinsensia Dua bersama dengan tiga anaknya di salah satu kamar di Transito, Jalan Eltari Maumere, Sikka, Senin (31/8/2015). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Jaggu

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Kehidupan Vinsensia Dua bersama dengan tiga anaknya di Transito, Jalan Eltari Maumere semakin memprihatinkan. Pagi, siang dan malam mereka hanya memakan roti saja.

"Dua anak saya belum makan. Tadi pagi mereka hanya makan roti saja. Kami tidak ada uang beli makan," tutur Vinsesia kepada Pos Kupang di Jalan Eltari Maumere, Selasa (1/9/2015).

Dia ingin kembali ke kampung halamannya di Lurasik, TTU. Tetapi dia masih dibayangi ketakutan akan penolakan keluarga besar suami karena kehadiran anak ketiga hasil hubungan tidak resmi dengan salah satu sopir asal Bola, Sikka.

"Saya takut keluarga di sana tidak terima. Saya mau ke sana, tetapi masih tunggu ada yang mau bantu cari tahu suami saya di sana," kata Vinsensia lagi.

Meski ada warga TTU yang tinggal di Kota Maumere mendatanginya dan siap menginformasikan keberadaan suaminya jika ditemukan, ibu tiga anak asal Pruda, Kecamatan Waiblama ini masih takut dan ragu.

"Saya mau kembali ke Kefa, tapi saya takut dengan keluarga. Masalahnya anak yang ketiga ini, " kata Vinsensia.

Dia bersama dengan tiga anaknya, Sentia Ambanu (5), Skolastika Fitri Ambanu (3) dan anak terakhir berumur dua bulan bernama Yovan (2 bln) bertahan susah hidup di Transito Maumere.

Jika keluarga lelakinya di TTU tidak menerima kehadiran dirinya, dia rela dua anak dari perkawinannya dengan Leonardus Ambanu asal TT itu dipelihara keluarganya di TTU.

"Yang penting mereka mau ke sana, saya ikut saja. Yang penting mereka hidup dengan baik di sana. Biar saya pelihara yang ini (anak ketiga saja-red), " kata Vinsesia.

Bayi dua bulan yang digendongnya, adalah hasil hubungannya dengan seorang sopir bernama Rolis di Bola. Sampai dia melahirkan, lelaki itu tidak pernah mengetahui keberadaan anaknya.

"Dia belum pernah tahu saya hamil. Dia seorang sopir dari Bola. Dia sudah punya istri, tapi waktu itu dia tipu bilang belum punya istri dan mau pelihara kami" kata Vinsensia.

Dua anaknya hanya duduk terdiam dan bermain dengan kawan-kawannya dalam kondisi perut yang lapar. Sepanjang hari mereka belum mengisi perut, berharap ada yang datang mengunjungi mereka di Transito dan memberikan mereka makan.

Para tetangga mereka, dua keluarga yang adalah pengungsi Palue, mengungkapkan kehidupan ibu dan tiga anak ini sangat memprihatinkan. Setiap hari hanya berharap kepada kemurahan orang yang datang mengunjungi Transito Maumere.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved