Selasa, 7 April 2026

Dansatgas Pengamanan Perbatasan: Anggota Saya Larang Keras

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Petugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infantri (Yonif) 514/Raider Kostrad yang bertugas di

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/EDY BAU
Salah satu Petugas di gerbang perlintasan Motaain sedang bersalaman dengan sopir truck yang melintas menuju Timor Leste, Senin (17/8/2015) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Petugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infantri (Yonif) 514/Raider Kostrad yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL dilarang keras melakukan pungutan liar (pungli) atau tindakan tercela lainnya di saat bertugas.

Demikian penegasan Dansatgas Pamtas RI-RDTI Yonif 514/R Kostrad, Letkol (Inf) Muhammad Nas ketika dihubungi melalui ponselnya, Kamis (27/8/2015). Dia dihubungi untuk dikonfirmasi terkait adanya praktek "salam tempel" antara petugas dengan sopir truck yang akan melintasi pintu batas RI-RDTL Motaain.

"Di mana? ngak ada. Tidak benar. Tapi anggota saya larang keras. Tidak benar. Bayarnya ke bea cukai, imigrasi. Kalau ke petugas ngak ada itu," tegasnya.

Muhammad Nas mengakui anggotanya sering menolak jika ada yang coba-coba memberi semacam uang rokok.

"Kalaupun ada tapi sering ditolak sama anggota, misalnya ada yang lewat dikasih uang rokok. Tapi itu bukan hal yang harus," katanya.

Sebelumnya, ada hal menarik yang terjadi di pintu perbatasan RI-RDTL di pos lintas batas Motaain. Kebiasaan ini entah baik atau buruk tidak ada yang tahu.

Setiap sopir truck pengangkut barang yang melintasi pintu perbatasan selalu "bersalaman" dengan petugas yang menjaga persis di gerbang itu.

Seperti disaksikan Pos Kupang, Senin (17/8/2015) siang sekitar pukul 11.10 wita. Ada sekitar empat truck dengan muatan penuh. Tak diketahui jenis barang muatan truck ini karena semuanya terbungkus rapi dengan terpal.

Ketika truck akan melewati petugas dari salah satu instansi yang menjaga di perbatasan itu, sang sopir langsung menjulurkan satu tangannya dan langsung disambut sang petugas. Begitu seterusnya untuk truck yang lainnya.

Sepintas terlihat biasa saja namun jika diamati, ada yang aneh. Karena setiap kali sehabis bersalaman, sang petugas terlihat menggenggam sesuatu dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved