Masalah TKI NTT

Doa di Kuburan Ayah

Keluarga setiap saat mendatangi kuburan ayah kandung Wilfrida, berdoa agar Wilfrida bisa dibebaskan dan bisa pulang ke kampung halamannya di Faturika.

POS KUPANG/EDY BAU
ORANGTUA-- Orangtua Wilfrida Soi, yaitu bapak angkatnya Kornelis Bere Mau, dan ibu kandungnya Wilfrida, Maria Kolo, di Anaoloro, Desa Mandeu, Selasa (25/8/2015) sore. 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA --- Keluarga Wifrida Soik, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Belu, sejak Wilfrida bebas dari hukuman mati dan Oktober 2013 menghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Permain, Klantan, Johor Bharu, Malaysia, terus berdoa.

Keluarga setiap saat mendatangi kuburan ayah kandung Wilfrida, berdoa agar Wilfrida bisa dibebaskan dan bisa pulang ke kampung halamannya di Faturika.

Demikian disampaikan Kornelis Usu, paman kandung Wilfrida Soik, saat dihubungi Pos Kupang ke Belu, Selasa (25/8/2015) malam. Karolus menjelaskan, selama Wilfrida menjalani hukuman di Malaysia, keluarga selalu berdoa di kuburan ayah kandungnya, dan di kuburan nenek moyang mereka yang lainnya.

"Kami berdoa terus. Kami datang ke kuburan ayahnya Wilfrida, pasang lilin minta supaya Wilfrida bisa bebas. Dan tadi siang kami dapat informasi bahwa Wilfrida sudah bebas," ujarnya. Ditanya kesehatan ibu kandung Wilfrida, Karolus mengungkapkan, saat ini dalam kondisi baik. Wilfrida bahkan masih mengirim uang untuk keluarga. Yang paling penting, jelas Karolus, Wilfrida bisa dipulangkan setelah mendapat pengampunan dari Sultan Klantan.

Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Perjuangan Hak-hak Perempuan (ForkomP2HP) Belu, Magdalena Tiwu Samara, Selasa (25/8/2015) mengatakan, Wilfrida sudah dipindahkan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Permai, Johor Bharu, menjadi tenaga kerja dan diberikan gaji.

Gajinya dikirim ke kampung halamannya untuk mengobati ibu kandungnya yang kini sedang sakit.

"Benar, saya sudah konfirmasi ke KBRI di Johor Bharu, Malaysia, bahwa Wilfrida Soik, setelah bebas dari hukuman mati, tapi menjalani proses hukuman di penjara, kini sudah dibebaskan. Wilfrida hasil pemeriksaan tim dokter bahwa mengalami gangguan psikis, sehingga sementara ini ditampung di RSJ Permai. Tapi selama dia di RSJ, diberi gaji dan uangnya itu sempat kirim ibu kandungnya untuk berobat karena saya dapat informasi, ibunya sedang sakit di kampung," jelas Magdalena.

STORY HIGHLIGTHS
* Keluarga langsung berdoa di makam ayah Wilfrida
* Mereka juga akan menggelar misa syukur
* Ibunda Wilfrida rindu bertemu putrinya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved