Selasa, 2 Juni 2026

Anyaman Tanasak dari Belu Laris Manis

Mayoritas tanasak dibeli oleh pengunjung yang menyukai barang-barang unik.

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG-- Anyaman dari daun lontar yang digunakan untuk meminang calon pengantin perempuan dalam adat istiadat Belu, tanasak, laris manis pada pameran pembangunan yang digelar Arena Pameran Fatululi Kupang, Sabtu (15/8/2015).

Koordinator Stand Kabupaten Belu, Isabel Da C. Barros, ketika ditemui Pos Kupang di stand tersebut, Sabtu (15/8/2015), mengatakan, mereka membawa anyaman dari Belu
sebanyak 20 buah. Saat ini tinggal lima buah saja.

Isabela mengatakan, mayoritas tanasak dibeli oleh pengunjung yang menyukai barang-barang unik. Tanasak dibanderol dengan harga mulai Rp 20.000 hingga Rp 100.000.

"Pemasaran tanasak meluas sampai di luar NTT. Ke luar negeri juga dilakukan oleh para suster. Untuk mendapatkannya, silakan membelinya di Dekranasda Kabupaten Belu," katanya.

Khusus kerajinan anyaman, kata Isabel, dilakukan oleh kelompok perajin Wekyar. Sehari-hari mereka membuat kerajinan anyaman tanpa henti, sehingga hasil yang didapat pun untuk memenuhi kebutuhan. Perajin kata dia, menenun dulu baru dibayar kemudian.

Selain tanasak, ada juga anyaman hane matan yang digunakan sebagai tempat sajian untuk para tamu yang datang. Harganya Rp 60.000 per buah. Tak hanya tanasak dan hane matan, para perajin mulai kreatif untuk menciptakan anting-anting, tirai, tas dan lain sebagainya.

"Barang-barang anyaman ini sangat disukai oleh wisatawan asing. Mereka sangat menyukai barang yang unik. Apalagi harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Jika barang tersebut hilang, tak begitu mengganggu mereka," tuturnya.

Sejak dibuka, tanasak, madu asli pohon dan batu, beras merah, kue kering dari bahan dasar jagung, ketela pohon, pisang dan lainnya laris diincar pengunjung.

Sebagaimana disaksikan, beberapa kabupaten seperti Alor, Sumba Timur, TTU, TTS, Sabu Raijua, dan lainnya berpartisipasi dalam pameran pembangunan. Tahun ini ada stand dari Kalimantan Selatan yang memamerkan aneka cincin dan gelang batu pertama cantik. Batu-batu tersebut sangat menggoda mata pengunjung. Pada pameran ini, Anda bisa menjumpai kerak telor, makanan khas Betawi satu-satunya di Kupang. (yen)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved