Pimpinan Syahbandar Tak di Tempat, Penumpang Ile Mandiri Terlentar di Sabu
Pimpinan Syahbandar Sabu Raijua tak ada di tempat tugasnya di Kabupaten Sabu Raijua mengakibatkan kapal Ferri KMP Ile Ape yang mengangkut 47 orang pen
Laporan Wartawan Pos Kupang, John Taena
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pimpinan Syahbandar Sabu Raijua tak ada di tempat tugasnya di Kabupaten Sabu Raijua mengakibatkan kapal Ferri KMP Ile Ape yang mengangkut 47 orang penumpang bersama ABK dan Nahkodanya sejak Senin (27/7/2015) hingga saat ini tertahan di daerah itu.
General Manager PT. ASDP Cabang Kupang, Arnold Yansen, kepada Pos Kupang, di Bolok Kamis (30/7/2015) mengatakan, untuk sementara pihaknya menghentikan pelayaran untuk lintasan Rote, Sabu dan Waingapu. Hal ini disebabkan, faktor cuaca yang kurang bersahabat.
"Cuaca kurang bersahabat jadi kita hentikan sementara dulu sampai kembali normal," katanya.
Sampai saat ini, lanjut Yansen, salah satu armada milik perusahaan tersebut masih tertahan di Pulau Sabu bersama kurang lebih 47 orang penumpang.
Sebelumnya kapal yang mengangkut ratusan penumpang tujuan Kupang - Sabu - Waingapu itu berlayar dari pelabuhan Bolok pada Senin (27/7/2015). Ketika tiba di Pulau Sabu dan hendak melanjutkan perjalanan ke Waingapu, pihak Syahbandar setempat "menghilang".
Menghilangnya pihak Syahbandar dari Pulau Sabu, menyebabkan Ferry Ile Ape dan puluhan orang penumpang, bersama ABK serta Nahkoda tidak bisa berlayar. Ketika sedang menunggu pihak syahbandar yang menghilang dari Pulau Sabu itu, cuaca buruk melanda perairan NTT pada Selasa (28/7/2115) siang. Akibatnya salah satu armada milik PT. ASDP Cabang Kupang, bersama puluhan penumpang itu tertahan hingga saat ini.
Dikatakan Yansen, "Sampai sekarang armada kita masih tertahan bersama 47 penumpang yang mau ke Waingapu. Padahal cuaca buruk ini kan baru mulai hari Selasa siang, kalau syahbandar tidak hilang berarti kapal sudah sampai Waingapu sebelum cuaca buruk terjadi."
Berdasarkan aturan, lanjut Yansen, sebelum berlayar setiap operator diwajibkan berkonsultasi dengan pihak Syahbandar setempat. Hal ini yang dilakukan oleh Nahkoda dan ABK Ferry Ile Ape ketika hendak berlayar dari Pulau Sabu menuju Waingapu. Namun sangat disayangkan, sewaktu mendatangi Kantor Syahbandar setempat, tidak ada petugas di sana.
"Kami sudah mendatangi kantor tapi mereka semua menghilang. Pimpinan Syahbandar itu sejak senin sampai saat ini tidak berada di tempat. Saya sudah coba hubungi lewat nomornya tapi tidak bisa. Kalau begini kan kasian masyarakat," ketusnya.
Yansen menambahkan, prilaku pimpinan Syahbandar tersebut bukan yang pertama kalinya. Selama tahun 2015, tercatat kurang lebih sudah tiga kali armada milik PT. ASDP Cabang Kupang tertahan di daerah itu. Namun kali ini adalah yang paling parah karena ketika pimpinan Syahbandar menghilang dan pelayaran tertunda, terjadi bencana.
Hal itu dinilai sangat tidak manusiawi, pasalnya terdapat puluhan orang yang seharusnya sudah tiba di tempat tujuanya sebelum terjadi cuaca buruk. "Tahun ini sudah tiga kali armada kami tertahan di Sabu. Di seluruh NTT, hanya Syahbandar di Sabu saja yang selama ini begitu. Pimpinannya itu sering tidak berada di tempat," tandasnya.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/armanda-asdp-kupang-di-bolok_20150801_184609.jpg)