Beras Maubesi dan Lida Manu Dijual di Kupang

Kepala Desa Maubesi, Virlot Pellokila, kepada Pos Kupang, Rabu (22/7/2015), menjelaskan

Beras Maubesi dan Lida Manu Dijual di Kupang
Shutterstock
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, BA'A -Beras dari hasil panenan padi jenis ciherang maupun IR para petani di Desa Maubesi dan Desa Lida Manu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, dijual ke Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang, dan Pasar Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang.

Kepala Desa Maubesi, Virlot Pellokila, kepada Pos Kupang, Rabu (22/7/2015), menjelaskan, hasil panen padi jenis ciherang maupun IR dari persawahan irigasi seluas 325 hektar (ha) di Desa Maubesi dijual ke Pasar Kasih Naikoten I, Kupang dan Pasar Oesapa.

"Sudah ada yang siap tampung/beli panenan padi petani dari Desa Maubesi untuk dijual lagi di Pasar Kasih Kupang dan Pasar Oesapa. Satu kilogram biasanya dijual dengan harga Rp 7.000. Lalu, pedagang akan menjual kembali padi Rote dengan harga Rp 9.000 atau Rp 10.000 tergantung stok hasil panen. Selain sudah ada langganan yang siap beli untuk dijual di Kupang, hasil panen padi petani dari persawahan Maubesi juga dibeli pihak Bulog NTT," jelas Virlot.

Tentang penduduk dan mata pencarian warga Desa Maubesi, Virlot mengaku dari total jumlah warga Maubesi sekitar 1.500 jiwa, 97 persen warganya adalah petani, hanya 13 orang pegawai/PNS. "Total lahan persawahan di Desa Maubesi, baik persawahan irigasi maupun sawah tadah hujan dengan sistem gogo rancah (gora) seluas 1.072 ha. Kalau sawah irigasi tanam dua kali dalam setahun/musim tanam. Sedangkan sawah gora (tadah hujan) ditanam sekali setahun," ujarnya.

Camat Rote Tengah, Drs. Julius Tulle, Rabu (22/7/2015), menjelaskan, umumnya masyarakat desa di wilayah Kecamatan Rote Tengah sangat bergantung pada hasil tanaman pertanian, khususnya padi.

"Masyarakat Rote Tengah umumnya bertani tanaman padi, dan peternak seperti sapi, kambing, babi. Masyarakat belum berani melakukan diversifikasi usaha bidang pertanian, misalnya fokus juga pada budidaya tanaman hortikultura. Warga lebih pada usaha monokultur terutama tanaman padi sehingga saat panen hasilnya melimpah," ujarnya. (fen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved