Kota Larantuka Krisis Air Minum
Sudah dua tahun terakhir masyarakat Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk minum, mandi, cuci dan m
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- Sudah dua tahun terakhir masyarakat Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk minum, mandi, cuci dan masak.
Markus Tafuli (30) dan Frans Keba kepada Pos Kupang, Senin (20/7/2015) di Kota Larantuka mengungkapkan keresahan mereka terhadap masalah air bersih.
"Pemerintah seakan-akan tidak ada. Padahal masalah ini sudah terjadi sejak dua tahun silam," kata Markus.
Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kabupaten Flores Timur dinilai Markus tidak mampu menjawab kebutuhan air masyarakat Kota Larantuka.
"PDAM tidak mampu dan tidak peka dengan masalah air. Padahal bagi kami masyarakat ini masalah serius. Bagi PDAM rupanya tidak," sinis Markus.
Markus mengatakan enam bulan terakhir keluarganya membeli air bersih dari mobil-mobil pick up yang berseliweran menjual air di kota Larantuka. Air itu diambil para pengusaha dari Oka, Desa Mokantarak Larantuka.
Selain dari Oka, mereka juga mengambil air kali Desa Bama, Kecamatan Demungpagong. Selama ini PDAM juga mengambil air dari Bama.
"Di Oka itu air tanah. Sedangkan di Bama itu air Kali. Air yang diambil dari dua tempat itu dan kemudian langsung dijual para pengusaha ke masyarakat tidak menjamin kebersihan airnya," tambah Frans Keba.
Frans Keba berharap sebelum membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat Larantuka, pemerintah perlu mengambil langkah serius.
"Selain karena debit airnya menurun, kekurangan air di kota ini juga karena manajemen pengelolaan dan pendistribusian air yang salah," kata Frans.
Disaksikan Pos Kupang, berulangkali mobil pikap keliling kota memasuki lorong demi lorong mengantar air ke rumah penduduk. "Uang kami habis untuk beli air," kata Frans.*