Catatan dari Tarakan

Tarakan, Kota Terkaya di Indonesia

Benarkah Kota Administratif yang telah menjadi Kota Madya itu masuk kategori kota terkaya? Tarakan

Tarakan, Kota Terkaya di Indonesia
Internet
Bupati Lembata Yance Sunur

POS KUPANG.COM- Kunjungan Kerja Bupati Lembata, Eliaser Yantji Sunur, ST dan sejumlah Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Tarakan disambut hangat Walikota Tarakan, Ir. Sofian Raga,M.Si. Setibanya di Bandar Udara Internasinal Juwata, Minggu (31/5-2015), dua gadis Kota Tarakan dengan busana adat khas mengalungkan bunga dan memercikan air ke wajah Bupati Sunur sebagai simbol kegembiraan dan kesejukan menyambut tamu memasuki kota terkaya ke-17 di Indonesia.

Benarkah Kota Administratif yang telah menjadi Kota Madya itu masuk kategori kota terkaya? Tarakan, Kota Multi Etnis yang didiami Suku Asli Tidung, bekembang pesat. Tidak heran sebagai kota transit, dihuni pula etnis lainnya seperti Suku Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Toraja, Tionghoa dan NTT, itu memiliki target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Tahun Anggaran 2015 mencapai Rp 125 miliar. Sedangkan APBD Kota Tarakan mencapai lebih dari Rp 1,7 triliun. Bandingkan Kabupaten Lembata PAD hanya Rp 27 miliar dan APBD sekitar Rp 600 miliar.

Kota Tarakan, adalah kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Kota satu pulau itu seluas 250,80 Km2, namun penduduknya terbilang padat dengan jumlah 239.787 jiwa, ketimbang Lembata yang hanya berpenduduk 138.000 jiwa. Tarakan dikenal sejak dulu sebagai kota transit ketika orang dari berbagai etnis mulai ramai mengadu nasib atau merantau ke negeri jiran Malaysia melalui Tawau, Sabah dan Kota Kinabalu.

Secara historis, menurut cerita rakyat, Tarakan berasal dari Bahasa Tidung "Tarak" (bertemu) dan "Ngakan" (makan) yang secara harafia berarti "Tempat para nelayan untuk beristirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain". Selain itu, Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Senayap dan Malinau. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil.

Terbentuknya Kota Tarakan sebagai sebuah pemerintahan berdasakan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1997 tentang Pemerintahan Kota Tarakan. Wilayah itu terdiri dari 4 (empat) kecamatan, yakni Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Timur dan Tarakan tara serta 20 kelurahan.

Saat ini, Pemerintahan Kota Tarakan dipimpin Walikota, Ir. Sofian Raga, M.Si dan Wakil Walikota, Khairuddin Arif, SE, serta Sekretaris Daerah, Dr. H. Khairul, M.Kes. Sedangkan di Lembaga Legislatif dipimpin Ketua DPRD, Sabar Santoso dengan 30 anggota DPRD.

Kepadatan penduduk Kota Tarakan 956 jiwa/km2 cerminan kota transit dari berbagai etnis, termasuk warga Lembata yang jumlahnya bisa mencapai 830 jiwa dan belum termasuk warga NTT secara keseluruhan yang mencapai sekitar 11.000 jiwa. Sebagai kota transit, geliat pembangunan dan kemajuan sungguh nyata sehingga dikategorikan sebagai kota terkaya ke-17 di Indonesia.

Kota Tarakan terkenal dengan semboyan, Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera). Mengapa kota ini masuk dalam jajaran kota terkaya di Indonesia? Sejak tahun 1920-1940, sebuah Perusahan Perminyakan Belanda, BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) menemukan adanya sumber minyak di pulau ini. Banyak tenaga kerja didatangkan, terutama dari Pulau Jawa seiring dengan meningkatnya kegiatan pengeboran. Tidak heran bila salah satu sumber pendapatan daerah dari minyak dan gas bumi, selain potensi perikanan dan kelautan serta usaha jasa. Bahkan Kota Tarakan sebagai penghasil udang dan rumput laut yang dieskpor ke China, Belanda, Singapura dan Malaysia oleh CV. Globalindo.

Menginjakan kaki di Bumi Paguntaka,Bupati Sunur dan rombongan Pemkab Lembata seakan disambut alam yang sejuk tak mengenal musim itu, dan senyuman warga kota penuh kegembiraan dan kehangatan. Walikota Madya Tarakan, Sofian Raga didampingi Asisten IV, Firman setetah penyambutan di Bandara Juwata, sejenak menjamu rombongan Pemkab Lembata di ruang VIP, selanjutnya jamuan makan siang di Restoran P21 Tarakan dengan hidangan khas lobster dan kepiting.

Sambutan tak terhenti di situ. Acara audensi dan jamuan makan malam antar walikota dan jajarannya bersama rombongan Pemkab Lembata terjadi lagi di Rumah Jabatan Walikota Tarakan. Tarian dan musik khas Kalimantan menghangatkan suasana silahturahmi perdana. Dan, lantunan suara emas Walikota Sofian menambah semarak suasana. Tak kalah, duta Pemkab Lembata, Longginus Lega, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, dan Silvester Wungubelen, Plt. Kadis Pekerjaan Umum, juga didaulat Bupati Sunur menyumbang suara emas.

Di bidang kesenian, "Tanah Paguntaka" ini terkenal akan "Tari Jepen" yang merupakan tari asli daerah ini, selain "Hadrah" dan tari-tari tradisional yang berasal dari berbagai daerah.
"Dunia pendidikan di kota ini juga maju pesat. Karena sudah memiliki beberapa sekolah bertaraf internasional, yaitu SMPN l Tarakan, SMPN 3 Tarakan, dan SMAN l Tarakan, serta dua sekolah Adiwiyata, yaitu SMPN l dan SMKN l Tarakan," kata Walikota, Sofian Raga. Bahkan di kota ini pula telah dibangun enam Perguruan Tinggi, di antaranya, Universitas Borneo, yang merupakan Universitas Negeri yang banyak mahasiswanya dari NTT, khususnya Lembata, dimana orangtua mereka bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Tidaklah heran, kota satu pulau itu maju pesat. Sebagai kota transit, mobilitas orang dan barang kian meningkat berkat kemajuan bidang transportasi. Transportasi darat, laut, dan udara sangat memungkinkan kota ini terus tumbuh menjadi kota terkaya di Indonesia. Transportasi udara di Kota Tarakan misalnya, dimungkinkan melalui Bandara Internasional Juwata yang melayani penerbangan dari maskapai penerbangan domestik maupun internasional.

Rute domestik meliputi, antara lain penerbangan dari Tarakan langsung menuju Kota Balikpapan, Surabaya, Jakara, Tanjung Selor, Nunukan dan Berau. Maskapai penerbangan yang melayani, antara lain, Lion Air,Sriwijaya Air, Garuda Indonesia,Kalstar, Susi Air dan MAF. Sedangkan rute internasional telah diresmikan sejak tahun 2012 dengan rute Tarakan-Tawau, Malaysia pulang pergi dengan dilayani "MASWings". Transportasi darat, laut dan udara memungkinkan kota ini terus bertumbuh (karel burin/humas setda lembata)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved