Rabu, 29 April 2026

Orang Kupang Tak Takut Melanggar Aturan Lalu Lintas

Tak hanya masyarakat umum, PNS, karyawan swasta, siswa SMP/SLTA dan bahkan anggota polisi pun ikut melanggar aturan berlalulintas

Tayang:
Penulis: Marsel Ali | Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/ENOLD AMARAYA
seorang wanita yang berkendara tidak menggunakan helm melintas di Pos Pengendali Lalu Lintas, El Tari, Jumat (5/6/2015) pagi. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Operasi tindakan langsung (tilang) rutin dilakukan pihak lantas Polres Kupang Kota dan Ditlantas Polda NTT. Bahkan, pada Kamis (4/6/2015) sore, sekitar pukul 16.00 wita, aparat lantas terlihat melakukan operasi tilang di Jalan WJ Lalamentik dekat perempatan Poslantas Polres Kupang Kota di samping Kantor Gubernur NTT.

Operasi tilang yang rutin dilakukan aparat kepolisian ini, tentu dimaksudkan agar para pengendara kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua ataupun roda empat dan lainnya, bisa lebih tertib di jalan raya. Dengan demikian, tingkat kecelakaan lalu lintas bisa ditekan. Korban lakalantas pun bisa diselamatkan dan tidak mengalami cedera berat.

Wartawan Pos Kupang ketika memantau di Jalan Soeharto, lampu merah perempatan Polda NTT, lampu merah Patung Kirab dan Straat A,  Kamis (4/6/2015), justru menemukan kenyataan lain. Warga Kota Kupang nampak tak takut dengan operasi tilang yang terus dilakukan. Tak hanya masyarakat umum, PNS, karyawan swasta, siswa SMP/SLTA dan bahkan anggota polisi pun ikut melanggar aturan berlalulintas.

Di depan Mapolda NTT misalnya, pantauan lebih kurang selama satu jam, dari ratusan sepda motor yang melintas, pelanggaran paling banyak adalah tidak memakai helm. Tercatat ada 32 sepeda motor yang melintas dengan pengendara tidak memakai helm. Orang yang dibonceng, ada yang menggunakan jaket untuk menutup kepalanya, ada yang memakai topi saja. Bahkan, ada dua pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm.

Di lampau merah Polda NTT, tercatat 120 pengendara sepeda motor baik pengemudi maupun yang dibonceng yang tidak menggunkan helm. Ada 13 motor yang tidak menggunakan plat nomor dan lima tidak memasang kaca spion.

Di Straat A, ada 11 pengendara yang 'nungging' tanpa helm. Terlihat tiga pelajar SMP, baik pengendara maupun penumpang, tidak memakai helm. Helm terlihat dipegang namun tidak dipakai. Dari ratusan sepeda motor yang melintas, hanya 15 pengendara roda dua yang menyalakan lampu utama. Tidak menyalakan lampu utama, tak hanya dilakukan masyarakat umum namun ada juga beberapa anggota polisi.

Di Perempatan Patung Kirab, pantauan mulai pukul 11.00-12.30 Wita, penumpang yang dibonceng tidak mengenakan helm ada 28 orang. Dari arah Jalan Thamrin, pelanggar yang mengenakan baju PNS empat orang, seragam SMA delapan orang dan sisanya masyarakat umum.

Kaca spion tidak ada 26 pengendara, plat dicat warna hitam ada 12 pengendara. Tidak ada plat nomor polisi ada 24 kendaraan. Menyalakan lampu utamanya ada sembilan pengendara yakni dari arah Frans Seda ada empat pengendara dua diantaranya anhgota polisi memaki seragam lalu lintas dan dua dari Jalan Frans Seda mengenakan baju dinas. Terlihat juga dua anggota polisi yang tidak menyalakan lampu utamanya. **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved