Tujuh Desa Di Sumba Timur Rentan Perubahan Iklim

Ada tujuh desa yang menjadi sasaran implementasi SPARC di Sumba Timur. Untuk Desa Tambiring

Tujuh Desa Di Sumba Timur Rentan Perubahan Iklim
Alfons Nedabang
DI TARIMBANG - Masyarakat mengikuti pertemuan implementasi program SPARC di Aula Kantor Desa Tarimbang, Jumat (29/5/2015). Kegiatan ini difasilitasi Koppesda Sumba Timur. 

POS KUPANG.COM, WAINGAPU --Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Sumba Timur memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim sehingga mendapat perhatian United Nations Development Programme (UNDP) melalui program Strategic Planning and Action to strengthen climate resilience of Rural Community (SPARC).

Untuk implementasi program SPARC serta pendampingan masyarakat, UNDP menggandeng Koordinasi Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Alam (Koppesda) Sumba Timur.

Umbu Palanggarimu dari Koppesda, mengatakan, program SPARC fokus pada penguatan dan pembangunan lembaga serta masyarakat agar memiliki ketahanan terhadap risiko perubahan iklim dalam aspek stabilitas mata pencaharian, produksi pangan dan akses terhadap air bersih.

"Ada tujuh desa yang menjadi sasaran implementasi SPARC di Sumba Timur. Untuk Desa Tambiring, kegiatan ini titik awal implementasi program SPARC. Enam desa lainnya sudah selesai. Bahkan tiga desa, yaitu Napu, Palanggai dan Rakawatu kegiatannya sudah jalan," kata Umbu Palanggarimu saat ditemui di Desa Tarimbang, Kecamatan Tabundung, Jumat (29/5/2015).

Koppesda menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Tarimbang selama dua hari, Kamis sampai Jumat (28-29/5). Kegiatan di kantor Desa Tarimbang, merupakan tahap kajian awal tentang potensi desa serta kebutuhan masyarakat.
Selain itu, masyarakat memberi informasi tentang dampak perubahan iklim, seperti kalender musim sudah berubah, curah hujan tidak menentu, pola tanam berubah. Warga juga menjelaskan tentang sistim pertanian yang digunakan, apakah masih menganut pola konvensional, turun-temurun atau mengikuti perkembangan zaman.

"Jadi, dampak perubahan iklim sudah semakin terasa oleh masyarakat, misalnya musim kemarau panjang dan ketidakpastian pola curah hujan," katanya sembari menambahkan, anggaran program SPARC untuk setiap desa sebesar Rp 600 juta.

"Program ini fokus pada penguatan dan pembangunan lembaga serta masyarakat agar memiliki ketahanan terhadap risiko perubahan iklim dalam aspek stabilitas mata pencaharian, produksi pangan dan akses terhadap air bersih," ujar Palanggarimu.

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat akan diarahkan untuk membentuk tim pengelola yang disebut Proklim. Selanjutnya, Proklim mengkoordinir kelompok-kelompok masyarakat yang ada di desa.

"Arah dari program ini masyarakat membentuk koperasi atau badan usaha milik desa, dengan tujuan penguatan dan pembangunan lembaga serta masyarakat agar memiliki ketahanan terhadap risiko perubahan iklim," katanya.

Rahmat Adinata menambahkan, masyarakat sangat merasakan adanya perubahan iklim, seperti adanya gagal panen akibat hujan tidak menentu sehingga petani sulit menentukan kalender tanam yang pada akhirnya jadi petani coba-coba.

"Sekarang ini jika bicara perubahan iklim sasaran utamanya adalah perubahan perilaku manusia dan jika bicara ketahanan pangan harus pelakunya atau subyeknya yang dimanusiakan atau dimuliakan baru bicara produksi hingga swasembada pangan," kata Rahmat.

"Intinya jangan bicara produksi dan swasembada pangan jika petaninya tidak dimanusiakan," tandasnya. Kepala Desa Tarimbang, Marthen Maramba Djawa mengatakan, pemerintah dan masyarakat menyambut baik implementasi program dampak perubahan lingkungan. "Banyak hal baru yang akan diketahui sehingga masyarakat menyambut baik," ujar Marthen. (aca)

--box--
DESA RENTAN PERUBAHAN IKLIM
1. Desa Napu
2. Desa Praimandita
3. DesaRakawatu
4. Desa Tamma
5. Desa Palanggai
6. Desa Katikuwai
7. Desa Tarimbang

STORY HIGHLIGHTS
* Ketujuh desa itu mendapat perhatian dari UNDP
* Program sudah berjalan di tiga desa
* Tujuannya memanusiakan petani

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved