Beta Napas Sesak

Beta napas sesak. Beta dengar ada pengobatan gratis di sini makanya datang, tapi dong su mau pulang. Dong bilang orang su sonde ada lai.

Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/ENOLD AMARAYA
Dari kiri, Oma Sarah, Oma Magdalena dan Mama Martha saat menyampaikan keluhan soal pasar murah 26 dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Tingkat Kota Kupang di Oebufu, Selasa (19/5/2015). 

"BETA mau datang berobat, tapi datang sonde ketemu orang. Beta napas sesak. Beta dengar ada pengobatan gratis di sini makanya datang, tapi dong su mau pulang. Dong bilang orang su sonde ada lai," kata Oma Magdalena Tasi, warga Oebufu RT 03/RW 01, yang berjalan dengan menopang sebuah tongkat kayu.

Hal senada dikatakan Oma Sarah Koana (70) yang datang menggunakan jasa ojek. "Beta mata su setengah mati lihat. Paksa datang dengan tongkat hanya untuk pengobatan gratis. Kitong pi, dong su pulang. Oto pengobatan gratis su jalan," ujarnya dengan terbata-bata sambil mengeluh sakit di pinggangnya.

Ibu-ibu lainnya yang berada di lokasi itu ikut menyambung suara yang sama. Martha Manafe warga RT 06 RW/ 01 dan Mima Leo warga RT 11 RW/04 mengatakan, kupon diambil gratis, ada warga yang tidak dikasih. "Kitong sonde dapat kupon. Lebih banyak pegawai dong yang dapat kupon untuk belanja. Giliran beta mo pi beli tapi dong sudah tutup. Kitong sonde setuju model begini. Sonde usah ada pasar murah sa. Sudah buang-buang uang ojek, tapi sampai di sini sonde dapat apa-apa," ujarnya.

Warga lainnya juga mengaku kecewa, karena upah membersihkan lokasi kegiatan seperti yang dijanjikan ternyata tidak dikasih. "Kami warga di sini kecewa. Kami sudah potong rumput dan siapkan tempat agar berdiskusi langsung dengan Walikota, tapi mana. Tidak ada diskusi. Tidak ada hasil sampai acara berakhir," kata Ny. Lily. (ee)

Sumber: Pos Kupang
Tags
Oebufu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved