Prostitusi Online

Mucikari Robby Abbas 'Jual' 100 Artis

Obbie sudah berhasil menjual 100 artis dan model. Para pelanggannya mulai dari pengusaha, pejabat hingga anggota dewan yang terhormat

Mucikari Robby Abbas 'Jual' 100 Artis
surya/habibur rohman
Pekerja seks di Gang Dolly kembali beroperasi, Kamis (19/6/2014) malam, sehari pasca penutupan lokalisasi tersebut, Rabu (18/6/2014). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA--Sudah tiga tahun lamanya, Robby Abbas alias Obbie menjalankan bisnis prostitusi dari kalangan artis. Dalam kurun waktu tersebut, Obbie berhasil mengoleksi 200 nama perempuan yang bisa dijualnya ke lekaki hidung belanag.

Dari jumlah tersebut, Obbie sudah berhasil menjual 100 artis dan model. Para pelanggannya mulai dari pengusaha, pejabat hingga anggota dewan yang terhormat. "Kliennya anggota DPR, pengusaha. Mereka dari berbagai macam kalangan. Saya tidak tahu (pejabat)," ujar Robby ketika ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, sehari sebelumnya, Senin (11/5).

Obbie juga tak sungkan menyebut penikmat tubuh para artis ini dari kalangan pebisnis yang berkantong tebal. "Pelaku bisnis dari berbagai kalangan," lanjut dia.Namun Obbie enggan menyebut nama-nama pengusaha dan anggota DPR yang pernah menggunakan jasa seksual dari para artis.

Obbie mengaku sejak 2012 hingga kini, ada lebih 200 perempuan yang masuk dalam daftar koleksinya. Setengahnya berlatar belakang artis. Ia pun blak-blakan menyebut sudah sekitar 100-an artis dan model yang laku dijual ke kalangan berduit tersebut. "Yang 200 itu daftar di list saya yang bisa di-booking. Kalau yang saya sudah tawarkan, 100 lebih sudah pernah (dibooking)," beber Obbie.

Dalam sehari, Obbie bisa menjual para artis dan model ini sebanyak tiga hingga lima orang. Namun jika sedang buntung, dalam dalam sebulan tidak ada pemesanan sama sekali.
Dari pelanggan yang pernah menggunakan jasa artisnya tersebut, terkadang ada yang meminta lagi menggunakan jasa seksual dari para artisnya itu. "Bisa saja dia (short time) dengan perempuan yang sama dua kali," tuturnya. .

Obbie dengan gamblang menceriterakan awal mulanya menjadi mucikari bagi para artis. Itu semua berkat profesinya sebagai make up artist atau penata rias artis sejak 1998. Namun, Obbie baru berani menjalankan bisnis prostitusi eksklusif ini pada 2012.
Ia mengetahui seorang artis bisa dibooking dari informasi mulut ke mulut sesama artis dan make up artist. "Saya jadi make up artist beralih jadi mucikari. Sekarang masih make up artist," akunya.

Sembari merias artis, Obbie menanyakan apakah sang artis bisa dibooking. Setelah ada lampu hijau, Obbie kemudian mencatat nama dan nomor handphone artis serta BBM dan whatsapp untuk memudahkan berkomunikasi. Para artis dan model yang menjadi binaannya tersebut berusia di atas 22 tahun. "Usia di atas 22 tahun biasanya, latar belakang artis atau model," ujar Obbie.

Agar praktek prostitusi para artis dan model tersebut tidak terdeteksi pihak lain, Obbie mengistilahkan dengan arisan. "Kita sebutnya ini arisan. Ya biar etis saja, kan enggak etis kalau langsung tanya begitu saja. Harus tanya, 'Dik, bisa enggak?' Kalau artis iya, ya saya iyakan ke klien. Tapi kalau enggak mau ya saya tolak," tuturnya

Selain menawarkan langsung ke artis, terkadang Obbie justru mendapatkan permintaan dari si artis untuk short time bertarif fantastis tersebut. Mengenai harga, Obbie mengaku bukan dirinya yang mengatur. Semuanya tergantung pada negosiasi antara sang artis atau model dengan pelanggan. Ia hanya bertugas mengenalkan atau mengantar artis dan modelnya tersebut kepada calon pelanggan. "Kalau rate harga, sesuai 'anak' (artis dan model) dan klien yang mengajukan. Permintaan perempuan, itu tamu, klien, yang minta. Saya tak ada katalog foto, semua dilakukan melalui telepon," terang Obbie.

Namun Obbie mengakui bahwa tarif artis atau model berkisar Rp 80-100 juta. Dari tarif itu, Obbie mengaku hanya mengambil jatah 20 persen. (warta kota/tribunnews/gler/rek/kcm/dtc)

Editor: Benny Dasman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved