Kejari Bajawa Jerat 24 Tersangka Kasus Korupsi di Ngada-Nagekeo

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa sudah mengungkap beberapa kasus baru dan melanjutkan kasus-kasus sebelumnya hingga pada penetapan tersangka.

POS KUPANG.COM, BAJAWA - Pada masa kepemimpinan Raharjo Budi Kisnanto, S.H, MM, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa sudah mengungkap beberapa kasus baru dan melanjutkan kasus-kasus sebelumnya hingga pada penetapan tersangka.

Dalam tahun 2015, jaksa menetapkan 24 tersangka dalam tiga kasus, yakni kasus tanah Malasera tujuh tersangka, kasus gedung Bappeda Nagekeo delapan tersangka dan kasus proyek air minum di Malafai sembilan tersangka.

Kajari Bajawa, Raharjo Budi Kisnanto, saat dikonfirmasi Pos Kupang, Rabu (15/4/2015), mengatakan, jaksa menangani beberapa kasus dugaan korupsi selama ini baik di Kabupaten Ngada maupun di Nagekeo. Untuk Ngada, ada empat kasus yang merupakan kasus bawaan dari pimpinan sebelumnya, yakni kasus boog duiker Soameti di Kecamatan Bajawa, kasus Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Soa, Pembangunan Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN) di Kecamatan Aimere dan kasus proyek pembangunan air minum bersih di Malafai, Kecamatan Wolomeze.

Sementara di Nagekeo, jaksa menangani tiga kasus, yakni kasus tanah Malasera, kasus proyek pembangunan gedung Kantor Bappeda dan Gedung DPRD Nagekeo.

Dari tujuh kasus tersebut, tiga kasus yang sudah pada penetapan tersangka, yakni kasus tanah Malasera tujuh orang tersangka, kasus gedung Bappeda Nagekeo delapan tersangka dan kasus proyek air minum di Malafai sembilan tersangka. Sedangkan empat kasus lainnya belum ada tersangka. (jen)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved