Kasus Toko Sukiran Santoso
Ibu Soekiran dan Sukiran Santoso Tidak Satu Pabrik
Pusat penjualan jajan khas NTT, Ibu Soekiran, tidak memiliki hubungan darah dengan Samuel Santoso, pemilik produk usaha bahan makanan Sukiran.
POS-KUPANG.COM,KUPANG --- Pusat penjualan jajan khas NTT, Ibu Soekiran, tidak memiliki hubungan darah dengan Samuel Santoso, pemilik produk usaha bahan makanan Sukiran.
Dulu memang ada kerja sama, karena Ibu Soekiran menyuplai Emping Jagung Elshadai Gurih dan Pedas Manis dari Sukiran Santoso, namun sejak Toko Sukiran dibuka, proses itu pun telah berhenti. Untuk itu, Ibu Soekiran dan Sukiran Santoso, tidak satu pabrik.
Demikian ditegaskan anak dari Ibu Soekiran, Ny. Dwi, ketika ditemui Pos Kupang di Pusat Belanja Jajanan Khas NTT di Jalan Moh. Hatta Nomor 16, belakang Kantor Lurah Fonteain, Senin (20/4/2015).
Suplai jagung tersebut, kata Dwi, tidak berjalan lagi sekitar empat tahun atau lima tahun lalu. Semua jajan oleh-oleh khas Ibu Soekiran seperti abon dan dendeng diproduksi sendiri dengan mengutamakan kualitas dan aman untuk dikonsumsi. Sebab, Ibu Soekiran sudah sering diperiksa oleh dinas kesehatan, dan beberapa instansi terkait untuk tingkat pengamanan konsumsinya.
"Banyak pelanggan yang menanyakan tentang Sukiran Santoso, apakah cabang dari Ibu Soekiran atau bukan, kami menjawab itu bukan cabang kami. Kami tidak kenal siapa itu pemilik Sukiran Santoso. Sama sekali tidak ada hubungan darah. Neneknya pun juga bukan," tuturnya.
Dwi menjelaskan, dulu, keponakan Ibu Soekiran yang membuka usaha tersebut, namun dijual dengan nama-nama tokonya sekaligus. "Saya sangat kecewa menyandang nama ayah saya, tapi kenapa tidak bisa menjaga nama baik," katanya.
Santernya pemberitaan tentang produk Sukiran di Jalan Oeekam, Kelurahan Sikumana, demikian Dwi, banyak pelanggan yang mengonfirmasi tentang keberadaan produk tersebut kepada Ibu Soekiran, namun sudah dijelaskan. Aktivitas jual beli berjalan seperti biasanya.
Pantauan Pos Kupang, tempat penjualan jajan khas NTT produksi Sukiran Santoso yang berlokasi di Jalan WJ Lalamentik tetap dibuka, namun tidak melayani jual beli. Hanya menerima tamu-tamu yang datang saja.
Sedangkan di pusat perbelanjaan Rukun Jaya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kota Kupang, masih memasarkan Emping Jagung Elshadai yang diproduksi oleh Sukiran Santoso.
Manager Rukun Jaya Merdeka, Yudith, didampingi dua karyawannya, Rasty Lado Bale, dan Thildis Opat, mengatakan, baru tahu kejadian tersebut dari koran dan emping jagung ini disuplai sekitar satu atau dua minggu lalu.
"Ada 75 bungkus yang terdiri dari emping jagung gurih dan pedas manis. Kami baru tahu ternyata yang diberitakan di media cetak dan elektronik adalah emping ini. Aci sudah tidak mau memasarkan lagi. Ini yang terakhir," kata Yudith.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/toko-soekiran_20150422_092507.jpg)