Tamu Kita

Kolonel Pnb Andi Wijaya: Tutup Pintu Keluar CTKI Ilegal

Kolonel (Pnb) Andi Wijaya, dan jajarannya berhasil menggagalkan pemberangkatan CTKI ilegal asal NTT ke luar NTT melalui Bandara El Tari Kupang.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: omdsmy_novemy_leo
Kolonel Pnb Andi Wijaya: Tutup Pintu Keluar CTKI Ilegal
PK/ALY
Kolonel (Pnb) Andi Wijaya, S.sos

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Baru sembilan bulan memimpin Lanud El Tari Kupang, Kolonel (Pnb) Andi Wijaya, S.sos dan jajarannya telah berhasil menggagalkan pemberangkatan calon tenaga kerja ilegal (CTKI) ilegal asal NTT ke luar NTT melalui Bandara El Tari Kupang.

Dalam melakukan pemberantasan human trafficking itu, Kolonel Andi menemui banyak kendala intern dan ekstern. Bahwa ada indikasi oknum AURI dan pegawai Bandara yang telibat di dalamnya menjadi tantangan yang harus diselesaikannya.

Bagaimana cara Kolonel Andi mengatasi persoalan itu dan mengapa Kolonel Andi 'getol' memberantas kasus human trafficking di NTT? Kolonel Andi mengungkapkan pengalaman dan idenya dalam wawancara eksklusif bersama wartawan Pos Kupang, OMDSMY Novemy Leo dan Muchlis Al-Alawi, di Kupang, pertengahan Maret 2015.

Sudah berapa lama Anda memimpin Lanud El Tari Kupang? Apa kesannya?
Saya baru sembilan bulan di sini. Kesannya, saya merasakan sesuatu yang baru saat bertugas di Kupang-NTT. Tentu ada perbedaan di lingkungan skuardon. Sebenarnya, Lanud El Tari Kupang ini sudah berkembang dari tipe C ke tipe B.

Namun saya melihat SDM-nya belum tipe B. Banyak jabatan yang seharusnya ditempati oleh personel dengan pangkat Letkol dan Kolonel, namun saat ini masih ditempati oleh pejabat yang masih berpangkat mayor. Padahal seharusnya dari segi SDM, personel itu hendaknya memenuhi syarat saat menempati jabatan dimaksud.

Misalnya, jabatan Kadiv harusnya pangkat Letkol atau lulusan Sesko, namun ternyata masih dijabat oleh mayor. Untuk melaksanakan tugas harian, rutinitas kondisi itu masih bisa diatasi. Namun untuk tugas tertentu seperti operasi penerbangan misalnya, belum bisa maksimal. Bisa berjalan, namun tidak lancar atau tidak cepat.

Jadi status Lanud El Tari Kupang ini sudah tipe B namun 'isinya' masih tipe C. Meski demikian, kami terus berupaya untuk melaksanakan tugas dan kewenangannya secara maksimal. Usulan sudah diajukan ke pusat dan sambil menunggu keputusan itu, kami tetap harus melakukan pembinaan secara maksimal.

Apa bidang tugas pokok Lanud El Tari Kupang?
Tugas kami menyelenggarakan pembinaan personel, sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan operasi penerbangan pada level pendukung. Kami mendukung operasi penerbangan seperti misalnya menangani operasi penerbangan force down.

Punya pengalaman menangani Force Down?
Ya, ada. Saat pendaratan Pesawat Arab di Bandara El Tari Kupang yang terjadi belum lama ini. Dalam kondisi sedemikian itu, pesawat dimaksud 'dipaksa' turun dengan jangka waktu seminimal mungkin. Dan kesulitan kita dalam kasus itu adalah soal bahasa.

Jika hanya Bahasa Inggris terkait penerbangan tentu setiap pilot dan pegawai bandara mampu menguasainya. Namun jika percakapan sehari-hari yang umum, tentu tidak terlalu fasih, apalagi bahasa Arab. Karenanya, untuk mengatasi hal itu, akhirnya kami mencari dan mendatangkan Ustad yang bisa berbahasa Arab. Untungnya di Kupang ini ada dan akhirnya masalah itu bisa teratasi.

Bagaimana bentuk pembinaan yang Anda lakukan terhadap anggota?
Saya melakukan pembinaan anggota secara berjenjang. Dan hal ini sudah saya sudah mensosialisasikan sistem pembinaan berjenjang ini kepada semua anggota. Hal yang saya tekankan adalah bagaimana setiap anggota agar bisa memberikan teguran terhadap rekannya terlebih dahulu sebelum teguran itu dilakukan oleh atasan atau pimpinannya.

Mengapa teman? Karena teman adalah orang yang paling dekat sehingga seharusnya temanlah yang memberikan teguran jika temannya melakukan kesalahan. Jika teguran dari teman itu tidak mempan, barulah teguran itu dilakukan oleh atasannya. Kalau atasan juga tidak mampu menegur bawahannya, maka nanti saya yang akan menegurnya atau memberikan sanksi jika perlu.

Sanksi yang diberikan bisa bermacam-macam seperti sanksi administrasi atau sanksi tindakan fisik. Di TNI itu, tindakan fisik bukan hal aneh, seperti menggunduli rambut anggota yang melanggar aturan, hal itu sudah biasa dilakukan.

Apa suka duka Anda menjalani tugas di daerah ini?
Kuncinya adaah enjoy. Dan saya selalu berusaha enjoy ketika berada di mana saja. Seorang tentara harus siap dan beradapsi saat ditempatkan di mana saja. Dukanya, mungkin ketika melihat kondisi anggota yang masih memrihatinkan, terutama saat musim kering. Saat musim kering, anggota kesulitan air bersih sehingga mereka harus bekerja ekstra untuk mendapatkan air dan hal ini tentu akan menghambat pekerjaan pokoknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved