Breaking News:

Bakau di Pantura Flores Terancam Punah

Pantauan Pos Kupang, Kamis (26/3/2015) siang, sepanjang pesisir pantai utara tanjung dijumpai banyak

Penulis: PosKupang | Editor: Putra
Bakau di Pantura Flores Terancam Punah
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Jembatan bambu yang sudah lapuk di tengah hutan mangrove di Desa Reroroja, Kecamatan Magapanda Sikka saat diabadikan Minggu (15/2/2015).

POS KUPANG.COM, MAUMERE -Keberadaan hutan bakau di sepanjang pesisir pantai utara kawasan tanjung menuju Magepanda, Kabupaten Sikka terancam punah. Kondisi ini akibat maraknya aktivitas penambangan liar yang semakin merajalela.

Pantauan Pos Kupang, Kamis (26/3/2015) siang, sepanjang pesisir pantai utara tanjung dijumpai banyak pohon bakau telah tumbang. Sebagian pohon yang masih berdiri tegak tampak kering kerontang, tumbuh tanpa daun. Pohon yang tumbang perlahan terseret ke permukaan pasir lalu diangkut warga dijadikan kayu bakar atau diolah untuk kerajinan tangan.

Warga Magepanda, Sarsius (32) Abdi (28) dan Jaka (33) tengah berada di pantai Tanjung, Kamis (26/3/2015), menuturkan setiap sore mereka sering memancing ikan di pesisir tanjung. Mereka sering melihat orang datang dengan mobil pick-up mengangkut batang pohon bakau yang telah tumbang di pasir. Mereka juga tak segan menebang pohon bakau yang masih tegak berdiri.

"Hari menjelang malam kami sering melihat ada orang datang angkut pohon bakau yang tumbang dengan menggunakan mobil. Selain mereka angkut yang telah tumbang, kadang mereka juga tebang pohon yang masih hidup di dalam laut ini,''ujar Sius.
Diakuinya, dulu wilayah pantai tanjung terkenal dengan hutan bakaunya. Sepanjang pesisir pantai tumbuh banyak bakau. Namun, saat ini pohon bakau di wilayah pantai utara hanya tinggal cerita. Selain karena ditebang, tidak ada pemeliharaan dan peremajaan kembali.

"Di sini lautnya ganas, kalau sewaktu-waktu musim barat tiba jalan sepanjang kawasan tanjung pasti dihantam gelombang karena tidak ada lagi hutan bakau di sini. Kemudian dulu hutan bakau masih banyak, ikan di sini banyak hasil laut para nelayan jauh lebih banyak karena ekosistemnya terjaga. Tapi sekarang apa hasil dan keindahan di sini redup. Ikan di kawasan pesisir sudah jarang-jarang. Terus banyak jalan juga berlubang dan keropos karena abrasi laut yang ganas,''ungkap Sius.

Jaka berkomentar, adanya aktivitas penebangan pohon bakau oleh oknum yang tak bertanggun jawab tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah. (jj)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved