Dua Napi Kabur dari Rutan Bajawa

Dua narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Kelas II Bajawa kabur, Senin (9/3/2015). Kedua napi itu mencungkil terali besi jendela lalu kabur.

POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Dua narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Kelas II Bajawa kabur, Senin (9/3/2015). Kedua napi itu mencungkil terali besi jendela lalu kabur. Saat ini petugas rutan bersama polisi sedang mencari napi di alamatnya masing-masing.

Kepala Rutan Bajawa, A Muchlisin, saat dikonfirmasi Pos Kupang membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, kedua napi atasnama Hendrikus Nguku dan Hendrik Lai Kota kabur dari rutan, Senin (9/3/2015) dinihari. Mereka diketahui kabur sekitar pukul 05.00 Wita, saat petugas jaga mengecek para napi di Blok Strapsel yang berjumlah lima orang.

Saat dicek, jumlah napi di blok itu tinggal tiga orang sementara dua napi sudah kabur.

Hendrikus Nguku beralamat di Kampung Analewa, Kecamatan Aimere. Sementara Hendrik Lai Toba beralamat di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Nguku terlibat dalam kasus pencurian dengan hukuman dua tahun penjara dan telah dijalani masa hukuman selama satu tahun lebih. Sedangkan Lai Kota tersandung kasus pemerkosaan dengan hukuman tujuh tahun dan sudah dijalani masa hukuman empat tahun.

Menurut Muchlisin, kedua napi berhasil lolos dari rutan dengan cara mencungkil terali jendela. Setelah terali jendela terbuka mereka kabur lewat arah belakang rutan menuju pos jaga yang saat itu tidak ada petugas jaga.

Sanksi bagi napi yang kabur adalah setelah mereka kembali ke rutan akan ditempatkan di ruang isolasi, kemudian tidak diusulkan untuk mendapatkan remisi serta waktu selama di luar rutan tidak dihitung sebagai masa tahanan.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang dari sumber terpercaya, mengatakan, napi di rutan Bajawa sering kabur karena ada kerja sama antara napi dengan petugas. Napi disuruh keluar dari rutan untuk kepentingan petugas jaga. Salah satunya mencari uang di luar rutan untuk diberikan kepada petugas.

"Napi tidak mungkin cungkil terali jendela. Mereka keluar karena petugas yang buka pintu. Napi disuruh cari uang di luar rutan supaya uangnya dipinjam petugas," kata sumber yang namanya dirahasiakan.

Masih dari sumber yang sama, mengatakan, ada beberapa petugas yang biasa meminjam uang dari napi untuk membeli makan petugas.

Biasanya, uang yang dipinjam petugas itu tidak dikembalikan. Selain itu, petugas rutan kurang memperhatikan kesehatan napi. Di saat sakit, petugas tidak membawa ke rumah sakit tetapi dibiarkan sembuh sendiri di rutan.

Kepala Rutan Bajawa, A Muchlisin mengatakan, kedua napi kabur dari rutan saat petugas lagi istirahat. Petugas mengetahui napi kabur pada pagi harinya.

Ia juga mengatakan, para napi yang sakit langsung dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan seluruh napi didaftarkan sebagai peserta BPJS. Terkait dengan informasi perilaku petugas yang kurang beretika akan ditindaklanjuti.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved