Cuaca Ekstrem

Puncak Musim Hujan Bergeser ke Maret

Di Kupang, curah hujan yang seharusnya jatuh pada Februari kemungkinan besar bergeser ke Maret.

Puncak Musim Hujan Bergeser ke Maret
Internet
Jas Hujan Jenis Ponco

POS KUPANG.COM, KUPANG--Cuaca di wilayah NTT khususnya di Kupang, memasuki puncak musim hujan pada Februari, namun pada Februari tahun ini curah hujan berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di Kupang, curah hujan yang seharusnya jatuh pada Februari kemungkinan besar bergeser ke Maret.

Demikian disampaikan Prakirawan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, ketika ditemui Pos Kupang di ruang prakiraan cuaca, Rabu (4/3/2015).

Nenotek menjelaskan, curah hujan di Kupang biasanya dipengaruhi oleh siklon tropis atau badai tropis. Jika terjadi badai tropis di perairan sebelah utara Australia atau Laut Timor, maka curah hujan di NTT akan lebat dengan intensitas sedang hingga lebat. Dari pantauan BMKG sejak Desember sampai saat ini, belum ada siklon tropis yang terbentuk di perairan sebelah utara Australia atau Laut Timor.

Namun, katanya, setiap tahun pasti ada badai tropis. Masa tumbuhnya badai tropis dari Desember hingga Maret, di sebelah selatan bumi, perairan Samudera Hindia/perairan/Australia.

"Saat ini belum ada badai tropis. Kemungkinan Maret atau April. Hujan pada berapa hari terakhir ini tanpa dipengaruhi oleh badai tropis, intensitasnya ringan lima sampai 20 mm hingga sedang 20- 50 mm. Jika ada badai maka terjadi hujan lebat dengan intensitas 50 mm ke atas. Sedangkan kecepatan angin saat ini rata-rata 15-30 knot. Pantauan di laut untuk satu minggu ke depan, gelombang laut tidak mengalami kenaikan, rata-rata 0,75 sampai 1,25 meter, maksimum 1,25 hingga 2 meter." tuturnya.

Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, disebabkan karena tekanan rendah 1006 hpa di perairan NTT dan Australia sehingga memicu curah hujan di sebelah selatan NTT, seperti Kota Kupang, Sabu, Rote, dan sebagian wilayah Pulau Timor. Tekanan rendah yang terjadi tersebut, telah bergerak menjauh dari wilayah NTT. Sehingga belum ada kemungkinan terjadinya badai tropis. (yy)

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved