Pasar Felaleo Sepi, Pedagang Kembali Jual di Tepi Jalan Timor Raya
Pasar wisata kuliner Felaleo, di Keluahan Pasir Panjang sepi pembeli sehingga tidak ada penjual yang menempatinya. Sebagian penjual ikan yang sudah me
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pasar wisata kuliner Felaleo, di Keluahan Pasir Panjang sepi pembeli sehingga tidak ada penjual yang menempatinya. Sebagian penjual ikan yang sudah memiliki tempat di pasar tersebut, terpaksa kembali menjual di tepi Jalan Timor Raya, Kota Kupang
Pantauan Pos Kupang, Sabtu (28/2/2015), hanya tiga orang penjual ikan di pasar tersebut. Mereka duduk-duduk saja di lokasi pasar tersebut sambil menawarkan ikan ke beberapa orang yang masuk ke pasar tersebut. Beberapa ibu yang menawarkan jasa membakar ikan terlihat sibuk membakar ikan.
Tiga penjual ikan yang bersikeras berjualan di lokasi tersebut mendapatkan pemasukan dari pelanggan mereka. Sementara masyarakat umum jarang datang ke lokasi pasar yang dibangun oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kota Kupang dan baru setahun diresmikan.
Salah satu penjual ikan, Deni Salomons, yang ditemui mengatakan, masyarakat kemungkinan tidak tahu Pasar Falaleo yang menjual ikan sekaligus menyiapkan tempat pembakaran ikan. Menurutnya, lokasi pasar ini jauh dari jalan raya sehingga masyarakat tidak melihat kalau ada pasar ikan di sini. "Kalau pemerintah tulis saja pasar ikan pasti orang banyak datang ke sini," kata Deni.
Ia mengatakan, salah satu kelemahan adalah pemerintah kurang mensosialisasikan pasar ini kepada masyarakat sehingga banyak yang tidak tahu. Padahal, katanya, pasar ini sudah dibangun dengan dana yang cukup besar.
"Dulu kami jual di lokasi ini dengan tempat yang masih kumuh malah orang banyak yang datang membeli ikan di sini. Tetapi agak ke depan dekat jalan, sehingga mudah dilihat orang dari jalan. Saat ini, meja-meja ikan terlalu ke belakang dan tersembunyi," katanya.
Sementara, katanya, ada papan nama di gerbang masuk tetapi kemungkinan masyarakat Kota Kupang tidak memahami pasar kuliner ikan Faleleo. Ia mengatakan, di pasar ini ada 22 meja yang pada waktu pembukaan ada 22 orang penjual ikan, tetapi dengan tidak adanya pembeli ikan masuk ke sini, mereka kembali menjual di pinggir jalan.
"Kami ini modal kecil, lalu kalau jual di sini laku hanya sedikit yang lain rusak, kasihan. Kalau jual di pinggir jalan kebanyakan laku semua," katanya.
Ia berharap, pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar orang membeli ikan datang ke pasar ini. Selain itu, katanya, pemerintah juga harus menertibkan para penjual ikan di pinggir jalan. Menurutnya, pasar ini dilengkapi tempat pemanggangan, lopo dan resto mini. Dan, akan dibangun lagi lantai dua untuk penjualan se'i ikan, dendeng ikan, dan abon ikan. (nia)
Ikuti Terus Berita Terbaru di http://kupang.tribunnews.com
silahkan
Like www.facebook.com/poskupang.online
Follow https://twitter.com/poskupang