Pilkada Manggarai Barat
Tujuh Bakal Calon Bupati Manggarai Barat "Bertarung" Konsep di PKB
Tujuh orang Bakal Calon (Balon) Bupati Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (28/2/2015) "bertarung" konsep saat pemaparan visi dan misi dalam Musyawarah Pim
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servatinus Mammilianus
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Tujuh orang Bakal Calon (Balon) Bupati Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (28/2/2015) "bertarung" konsep saat pemaparan visi dan misi dalam Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Mabar.
Pemaparan visi dan misi merupakan salah satu tahap yang harus dilalui oleh para Balon Bupati Mabar yang berniat mendapat dukungan dari PKB pada Pemilihak Kepala Daerah (Pilkada) di daerah itu tahun 2015 ini.
Ketujuh orang Balon tersebut, yaitu: Agustinus Ch Dula (Bupati Mabar saat ini), Gasa Maximus (Wakil Bupati Mabar saat ini), Fidelis Pranda (mantan Bupati Mabar periode lalu), Ferdinandus Pantas (salah satu Pimpinan SKPD di Kabupaten Manggarai saat ini), Thobias Wanus (anggota DPRD Propinsi NTT saat ini), Petrus Pius Salamin (pensiunan PNS) dan Rafael Arhat (pensiunan PNS).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Prundi Labuan Bajo itu dihadiri oleh sejumlah pengurus PKB kabupaten dan kecamatan di wilayahMabar, termasuk Sekretaris DPW PKB NTT, Karolus T Sius dan Korwil Mabar DPW PKB NTT Fransisco AD Djemalu serta Ketua PKB Mabar, Aloysius Basri.
Dalam pemaparannya, Gusti menyampaikan bahwa dirinya akan melanjutkan agenda pembangunan yang saat ini sedang dijalankannya sebagai bupati bila dia terpilih lagi. Baik di sektor pendikan, kesehatan dan sektor lainnya.
Sedangkan salah satu hal yang disampaikan Maximus, yaitu pentingnya manajemen pengelolahan birokrasi dan pengembangan potensi daerah.
Balon lainnya, Fidelis Pranda menekankan beberapa hal, antara lain peningkatan ekononi lokal, perhatian kepada dunia pendidikan dan kesehatan. Rafael menyampaikan tentang pengelolahan pariwisata dan potensi budaya lokal.
Sedangkan Ferdi Pantas salah satunya menekankan tentang pemberantasan korupsi dan manajemen pemerintah. Pius Salamin salah satunya menyampaikan tentang pengelolahan keuangan daerah. Balon lainnya Thobias Wanus menyampaikan tentang pentingnya reformasi birokrasi dan pengelolahan potensi daerah.
"Seluruh nama yang sudah ikut dalam penyampaian visi dan misi, akan diinformasikan ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat, Red). Ada bobot penilaian yang dinilai oleh pengurus DPC dan BPAC yaitu Pengurus Di tingkat Kecamatan," kata Ketua PKB Mabar, Aloysius Basri kepada Pos Kupang.*