Oknum TNI Menewaskan Pendeta Divonis Tiga Bulan, Oditur Ajukan Banding

Oditur militer penuntut umum III-15 Kupang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Militer (Ditmilti) III Surabaya

Oknum TNI Menewaskan Pendeta Divonis Tiga Bulan, Oditur Ajukan Banding
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Oditur militer penuntut umum III-15 Kupang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Militer (Ditmilti) III Surabaya, untuk perkara dugaan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian Pdt. Antonius Malo, S.Th oleh dua adik kandungnya yang salah satunya adalah anggota TNI, Sertu Charles Didimus Malo.

Oditur militer penuntut umum III-15 Kupang, Mayor Chk Sentot Rahadi Yono, S.H., menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang, Rabu (25/2/2015). Dijelaskannya, pihaknya sudah mengirimkan berkas banding ke Dilmilti III Surabaya pekan lalu, Rabu (18/2/2015) lalu, dan saat ini masih dalam proses di Dilmilti III Surabaya.

"Kita sudah ajukan materi bandingnya ke Dilmilti III Surabaya sejak tanggal 18 Februari 2015 lalu, sehingga kita sedang tunggu prosesnya disana," jelasnya.

Mayor Sentot menguraikan pihaknya mengajukan banding ke Dilmilti III Surabaya, karena dalam putusan majelis hakim Pengadilan Militer III-15 Kupang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Sutrisno, S.H, didampingi dua hakim anggota, Mayor Chk Edi Susanto, S.H dan Mayor Chk Ujang Taryana, S.H, dibantu panitera Letnan Satu Chk Supriyadi, dalam amar putusannya yang dibacakan dalam sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum tanggal 30 Januari 2015 lalu memvonis terdakwa Serda Charles Didimus Malo dengan pidana penjara tiga bulan.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan oditur militer penuntut umum yang dalam persidangan di Pengadilan Militer III-15 Kupang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI-AD.

Karena menurut Oditur, terdakwa tega bersama-sama dengan saksi Alexander Umbu Kaleka, menganiaya kakak kandungnya, hingga menimbulkan kerugian materil karena korban dirawat di Rumah Sakit, bahkan mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

Selain itu, perbuatan terdakwa tidak menunjukkan sikap yang baik, sebagai Babinsa Ramil 1613-02/Laratama Kodim/1613 Sumba Barat, yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat. Perbuatan terdakwa juga dinilai oleh Oditur, merusak nama baik dan citra TNI AD.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan Oditur, Mayor Chk. Sentot Rahadi Yono, disebutkan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 55 KUHP, sebagaimana dakwaan alternatif subsider. "Berdasarkan uraian di atas, maka menurut kami auditor penuntut umum bahwa perbuatan terdakwa cukup terbukti sesuai dakwaan alternatif subsider kami," ucap Sentot.*

Ikuti Terus Berita Terbaru di http://kupang.tribunnews.com
silahkan
Like www.facebook.com/poskupang.online
Follow https://twitter.com/poskupang

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved