Breaking News:

Hak Paten untuk Caci, Lodok dan Penti di Manggarai

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menerbitkan sertifikat hak paten terhadap caci, lodok dan penti di Manggarai Raya.

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menerbitkan sertifikat hak paten terhadap caci (tarian adat Manggarai), lodok (sawah berbentuk jaring laba-laba) dan penti (pesta syukuran hasil panen oleh petani). Pensertifikatan itu menghindari klaim dari komunitas, daerah dan bangsa lain terhadap warisan budaya yang sudah turun temurun itu.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai, Wens Sene, ketika ditemui di Ruteng, Senin (23/2/2015). Penerbitan sertifikat caci telah dilaksanakan tahun 2013, lodok dan penti tahun 2014 tercatat sebagai warisan budaya Indonesia.

Tradisi ini, demikian Wens, milik seluruh masyarakat Manggarai Raya (Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur) yakni dari Wae Mokel sampai ke Selat Sape.

"Di Manggarai Raya ini hanya ada satu tradisi. Pesta adat syukur panen, tarian caci dan sawah model lodok, merupakan pola pembagian lahan pada zaman dahulu," jelas Wens.

Menurut Wens, lodok atau sawah berbentuk jaring laba-laba atau spiderman di Cancar, Kecamatan Ruteng, sejatinya milik Lingko Lindang, Desa Meler. Dalam perkembangannya, areal ini berpindah kepemilikan kepada warga lainnya karena perkawinan maupun transaksi jual beli.

"Di wilayah lain di Manggarai Raya ini juga ada sawah model lodok, tetapi yang masih terjaga bagus dan dikunjungi wisatawan yang ada di Cancar," kata Wens.
Untuk mengantisipasi perusakan dan penyempitan lahan sawah, pemerintah sedang menggagas peraturan daerah.

Menyaksikan keindahan pemandangan sawah spiderman ketika lahan telah ditanami padi yang beda usia menjadi batas antarlahan dalam satu hamparan. Pemandangan yang menarik disaksikan dari atas bukit Golocara. Meski lokasi ini menjadi tidak nyaman lagi karena penambangan pasir.

Masyarakat Meler telah menyerahkan lahan di atas perbukitan dengan Kampung Meler menyaksikan pemandangan lodok. Pada tahun 2015, demikian Wens, akan dibangun jalan setapak dan gardu pandang dari lokasi yang baru.

Pesta syukuran panen, kata Wens, sebagai ungkapan perasaan syukur para petani atas berkat Tuhan dan kepada arwah nenek moyang hanya ada di Manggarai. Seyogyanya perayaan penti dilaksanakan setiap tahun pada bulan November, namun komunitas-komunitas tertentu menyelenggarakannya dua tahun sekali.

"Yang masih rutin tiap tahun di Wae Rebo. Wilayah lainnya tidak tentu, kadangkala dua tahun sekali dirayakan," kata Wens.

Demikan juga tarian caci, kata Wens, tak pernah ditemukan di tempat lain di Indonesia selain di Manggarai. "Di Kalimantan Timur, ditarikan warga Manggarai yang ada di sana. Populasinya mencapi 10.000 jiwa," ujar Wens. (ius)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved