993 Mahasiswa FKIP Uniflor Yudisium
Sebanyak 993 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor) Ende hari ini, Sabtu (14/2/2015) akan mengikuti
Laporan Wartawan Pos Kupang, Romuadus Pius
POS KUPANG.COM, ENDE -- Sebanyak 993 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor) Ende hari ini, Sabtu (14/2/2015) akan mengikuti yudisium yang bertempat di Auditorium H.J Gadi Djou, Jalan Sam Ratulangi, Kota Ende.
Ketua Panitia Yudisium, Alexander Bala Gawen mengatakan hal itu kepada wartawan dalam keterangan pers terkait dengan pelaksanaan yudisium FKIP Uniflor, Ende, Jumat (13/2/2015).
Alexander yang didampingi Pembantu Dekan (PD) 1 FKIP Uniflor Ende, Yosef Tami Roe dan Koordinator Seksi Acara, Marselinus Nandes serta Kepala Lembaga Publikasi Uniflor Ende, Yan Sehandi, mengatakan pelaksanaan yudisium akan diikuti oleh para mahasiswa dari program studi pendidikan guru sekolah dasar sebanyak 723 orang.
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 65 orang. Program Studi Pendidikan Matematika 61 orang. Program Studi Pendidikan Ekonomi 9 orang. Program Studi Pendidikan Fisika 37 orang serta Program Studi Pendidikan Sejarah 98 orang.
Dikatakan pada pelaksanaan yudisium kali ini tercatat sejumlah mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi (IP) tertinggi dari 6 program studi masing-masing atas nama Angelina Regina Lero yang meraih IP 3,68 dari program studi pendidikan guru sekolah dasar.. Aloysius Sina Maran dengan IP 3,41 dari program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Lin Haryati Sumby dengan IP 3,15 dari program studi pendidikan matematika. Tantina Gawul Panggur dengan IP 3,14 dari program studi ekonomi. Tri Apriyani Agata Kuwa dengan IP 3,25 dari program studi fisika. Yohana Bhoki Kedhi dari program studi sejarah dengan IP 3,46.
Pelaksanaan yudisium juga diisi dengan orasi ilmiah yang dibawakan oleh Dra M.M Bali Larasati, M. Hum.
PD 1 FKIP Uniflor Ende, Yosef Tami Roe menambahkan pelaksanaan yudisium kali ini mengambil tema guru sebagai mentor revolusi mental. Tema itu bermakna agar para peserta yudisium yang akan diwisuda pada 28 Maret 2015 mendatang benar-benar menjadi guru yang memiliki semangat revolusi didalam diri mereka. Sehingga dengan demikian ada perubahan paradigma didalam diri para guru. Guru tidak menjadi seorang pribadi yang statis namun dinamis serta terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman.*
Ikuti Terus Berita Terbaru di http://kupang.tribunnews.com
silahkan
Like www.facebook.com/poskupang.online
Follow https://twitter.com/poskupang