Baru Ujian Skripsi Mahasiswa PGRI Meninggal di Kamar Kos
David Sanam (23), mahasiswa semester 9 Jurusan Biologi, FKIP Universitas PGRI NTT ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Selasa (10/2/2015).
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- David Sanam (23), mahasiswa semester 9 Jurusan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI NTT ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Selasa (10/2/2015), sekitar pukul 05.00 Wita. Dari mulut David keluar busa dan ada air seni di sekitar tempat dia terbaring.
David yang malam sebelumnya menginap di kos yang ditinggal tantanya, Since Kase, ditemukan tak bernyawa saat hendak dibangunkan pada pagi hari.
"David selama ini sering ke sini untuk membantu Omnya menjual kulit babi. Dia tinggal di kos-kosan sebelah, tidak jauh dari sini. David sudah biasa menginap di sini kalau hendak membantu omnya menjual kulit babi. Semalam dia menginap di sini dan tidur di ruang depan ramai-ramai dengan adik-adik sepupunya. Saat adiknya sudah bangun dan saya hendak membangunkannya, dia tidak ada respons. Saya menggoyangkan tubuhnya untuk membangunkan dia, tetapi tidak ada respons. Ternyata David sudah meninggal," jelas Since.
Since mengatakan, saat pertama melihat David, dari mulutnya keluar busa dan ada air seni di sekitar tempat David terbaring. Setelah mengetahui David tak ada jawaban saat dibangunkan, demikian Since, ia memberitahukan kepada anggota keluarga lainnya dan orangtua David di SoE, Timor Tengah Selatan (TTS).
Menurut Since, tadi malam David masih terlihat sehat dan sempat keluar makan malam bersama temannya. Pulang makan dia masih bermain dengan adik-adiknya sebelum istirahat di ruang depan. "Tetapi, tadi pagi kami kaget David sudah meninggal dunia," ujarnya.
Ayah kandung David, yaitu Aser Kase, yang baru tiba di kos anaknya sekitar pukul 11.00 Wita mengaku kaget ketika mendapat informasi anak keduanya meninggal dunia.
"Saya, istri dan anak saya berangkat dari SoE ke Kupang setelah mendapat informasi anak saya sedang sakit parah dan mengeluar busa dari mulutnya. Ternyata anak saya bukannya sakit lagi, tapi sudah meninggal. Saya tidak tahu mau bagaimana lagi. Padahal, dia baru habis ujian skripsi dan sebentar lagi wisuda. Tapi sudah begini, saya terima saja. Rencanaya jenazah anak saya bawa ke SoE untuk dimakamkan di sana," kata Kase, sambil menyapu air matanya.
Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Rudy Ledo, ditemui di tempat kejadian perkara mengatakan, hasil visum fisik tidak ada tanda-tanda kekerasan. "Untuk sementara kami mengambil keterangan dari beberapa saksi dan keluarga korban. Kami minta persetujuan keluarga untuk otopsi David agar diketahui pasti penyebab kematiannya, tapi keluarga menolak. Kami hanya melakukan visum saja," ujar mantan Kapolsek Oebobo ini.
Pantauan Pos Kupang di lokasi, ratusan warga RT 24/RW 09 Kelurahan Oesapa mendatangi kos-kosan milik Niko Ndun, tempat David tinggal selama ini.
Ibu kandung David, yaitu Salome Banatuan, tak henti-hentinya menangis atas kepergian anak kedua dari enam bersaudara ini. Beberapa anak perempuan Salome memeluk tubuh sang ibu yang terus menangis. Jenazah David langsung dibawa menuju SoE untuk dimakamkan.