Pengacara BG dan KPK Adu Argumentasi di Ruang Sidang
Di dalam ruang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015), pihak kuasa hukum calon Kapolri Komjen Budi Gunawan dan KPK, saling adu argumen.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA --- Di dalam ruang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015), pihak kuasa hukum calon Kapolri Komjen Budi Gunawan dan KPK, saling adu argumen. Alhasil, sidang praperadilan yang diajukan akan berlanjut hari ini, Selasa (10/2), dengan agenda pembuktian dari Pihak Komjen Budi Gunawan.
Di luar sidang, para pendemo asik bersuara, meski hujan turun tak juga reda. Salah satunya para perempuan yang tergabung dalam Srikandi Pekat. Dalam aksinya, mereka 'menggoda' Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad untuk jujur.
Amanda Chusz, Ketua Srikandi Pekat meminta kepada Ketua KPK Abraham Samad untuk jujur perihal beredarnya foto-foto syur, yang menurutnya, diduga dirinya bersama perempuan cantik. "Untuk bapak Abraham Samad harus gentlemen," teriak Amanda selaku Ketua Srikandi Pekat, di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan.
Ia kemudian mengungkap, sebagai pria sejati Abraham harus bersikap gentlemen terhadap kasus yang menimpanya. "Sebagai Ketua KPK loh yah. Harus jujur. Foto-fotonya, perempuan-perempuan yang menjadi selingkuhan-selingkuhan dan segala macam," ujar Amanda.
Amanda bersama empat prempuan cantik lainnya itu datang secara tiba-tiba, memasuki ke dalam lobbi Pengadilan Negeri itu. Suasana yang awalnya tenang, mendadak riuh dengan kedatangan para perempuan cantik tersebut, bersamaan dengan berjalannya sidang pra peradilan yang sedang berlangsung di ruang sidang utama.
Mereka tampil menggunakan pakaian putih bertuliskan srkikandi pekat Indonesia bersatu berikut ikat kepala yang tertulis Save Polri. Kumpulan Srikandi Pekat, tergabung dari berbagai model, pragawati, dan penyanyi. Mulanya mereka hanya melalukan aksinya di depan pintu masuk keluar PN Jaksel.
Mereka pun dibatasi oleh tiga barisan barikade polisi. Namun, pihak aparat kemudian memberikan izin untuk perwakilan lima orang masuk ke dalam ruang lobbi.
Lain lagi aksi demo dari pendukung yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SAMAD). Aksi yang diperlihatkan SAMAD saat berunjuk rasa pun cukup menarik perhatian. Mereka membawa spanduk bergambar tiket pesawat terbang Jakarta-Makassar yang ditujukan untuk Ketua KPK Abraham Samad.
Koordinator aksi SAMAD, Bambang, mengatakan, KPK yang menjadi lembaga pemberantasan anti korupsi sudah dipercaya oleh masyarakat namun kini sudah merasa dikhianati karena KPK sudah tidak independen lagi.
Menurutnya, KPK justru sebagai alat politik dan pimpinannya ternyata miliki jejek buruk yang pada akhirnya masyarakat ramai berbondong-bondong melaporkan satu persatu pimpinan KPK ke Bareskrim Mabes Polri.
"Masyarakat kini semakin sadar dan berani melaporkan tindakan-tindakan kriminal yang diduga dilakukan para pimpinan KPK. Tiket pulang kampung ini sebagai bukti rasa kecewa kami kepada KPK. Ini adalah tiket pulang kampung Abraham Samad ke Makassar," kata Bambang.
Dalam aksinya, SAMAD turut mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Sarpin Rizaldi hakim yang bertugas dalam sidang praperadilan gugatan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan agar memberikan putusan seadil-adilnya sesuai hati nuraninya.