BPBD dan BP2KP Matim Pantau Jagung Kering

BPBD dan BP2KP Kabupaten Manggarai Timur memantau tanaman jagung milik petani di desa dan kelurahan sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Borong.

POS-KUPANG.COM, BORONG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) memantau tanaman jagung milik petani di desa dan kelurahan sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Borong.

Kepala BPBD Matim, Antonius Dergong, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (9/2/2015) pagi, menjelaskan, setelah membaca berita Pos Kupang edisi, Senin (9/2/2015), pihaknya memantau kondisi jagung di kebun petani di sepanjang pesisir pantai mulai dari Kelurahan Kota Ndora hingga Desa Compang Ndejing.

"Kami dari BPBD baru turun memantau tanaman jagung yang kering di setiap desa dan kelurahan di pesisir pantai di Kecamatan Borong, mulai dari Kelurahan Kota Ndora hingga Purang Mese, Desa Compang Ndejing. Kita sudah baca berita di Pos Kupang tentang jagung yang kering di Purang Mese. Kita tidak hanya pantau di Purang Mese tetapi juga lahan jagung di setiap desa dan kelurahan di sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Borong," kata Dergong.

Dergong mengakui, hujan di wilayah Kabupaten Matim tidak merata. Di pesisir Kecamatan Borong mulai dari Kelurahan Kota Ndora hingga Desa Compang Ndejing jarang turun hujan sehingga jagung petani di wilayah itu kering. "Kita turun pantau dan mendata semua petani yang jagungnya kering sehingga bantuan kita tepat sasaran," kata Dergong.

Dergong mengatakan, hasil pantauan akan dilaporkan kepada bupati dan BPBD NTT.

"Kami akan koordinasi dengan SKPD terkait, yakni BP2KP dan dinas sosial mengenai bencana kekeringan ini untuk pengadaan bantuan darurat bagi petani yang mengalami korban kekeringan. Dari BPBD hanya bisa memberikan bantuan darurat. BPBD juga akan melaporkan kepada BPBD NTT untuk mengetahui," katanya.

Sementara Kepala BP2KP Matim, Donatus Datur mengatakan, pihaknya juga sudah turun pantau di Purang Mese, Desa Compang Ndejing, Senin (9/2/2015).

Datur mengatakan, pihaknya akan melaporkan hasil pantauan kekeringan jagung kepada bupati. Selain itu, berkoordinasi dengan dinas sosial dan BPBD agar bisa memberikan bantuan.

Sebelumnya diberitakan (Pos Kupang, 9/2/2015), sekitar 200 lebih hektar tanaman jagung di Purang Mese, Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kering akibat jarangnya turun hujan di wilayah itu selama lima minggu terakhir.

Petani jagung, Laurensius Madur, ketika ditemui di Kampung Purang Mese, Minggu (8/2/2015) pagi, menjelaskan, sejak awal Januari 2015 hujan jarang turun di daerah itu. Padahal di daerah lain intensitas hujan sangat tinggi bahkan sampai banjir.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved