Breaking News:

Anggota TNI Dituduh Curi Cincin Bvlgari

Pencurian itu terjadi pada saat Teuku dan sejumlah anggota TNI AL terlibat kericuhan di tempat hiburan malam, Bengkel Cafe.

Shutterstock
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, JAKARTA--Perwira menengah Polda Metro Jaya, Kompol Teuku Arsya Khadafi, melaporkan pencurian cincin kawinnya yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut. Pencurian itu terjadi pada saat Teuku dan sejumlah anggota TNI AL terlibat kericuhan di tempat hiburan malam, Bengkel Cafe.

"Arsya sudah membuat laporan pengeroyokan dan pencurian dan kami terima laporannya. Dia berhak membuat laporan itu," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto di Jakarta, Senin (9/2). Menurutnya, Kompol Arsya membuat laporan tersebut pada Minggu (8/2).

Lebih jauh Heru mengatakan, dalam laporan itu Arsya menyatakan kehilangan barang-barang berharga berupa cincin kawin merek Bvlgari dan uang. "Arsya tidak tahu persis berapa uangnya yang hilang, sekitar jutaan," ujarnya. Uang tersebut ada di dalam tas. "Dia tidak ingat, tasnya langsung diambil oleh pihak mereka," kata Heru.

Dalam dokumen laporan, pada kolom nama pelaku penganiayaan dan pencurian tertulis "lidik" yang artinya masih dalam tahap penyelidikan. "Terlapornya masih lidik, namun diduga oknum TNI AL. Meskipun Arsya tahu siapa orangnya, tetapi kami kedepankan azas praduga tak bersalah," papar Heru.

Heru menambahkan, pihaknya akan meneruskan laporan tersebut ke Polisi Militer TNI AL. "Yang berhak menyidik mereka (terduga penganiaya Arsya) adalah Polisi Militer TNI AL, karena itu kami akan melimpahkan berkasnya ke sana. Mudah-mudahan ditindaklanjuti," ujar Heru.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Manahan mengaku tidak mempermasalahkan langkah yang ditempuh Teuku Arsya. "Iya, tidak apa-apa, silakan kalau mau menuntut," kata Manahan saat dihubungi, Senin.

Manahan menegaskan apa yang dilakukan anggota TNI AL di Bengkel Cafe adalah melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) yang merupakan perintah Panglima TNI. Operasi Gaktib itu dilakukan oleh aparat TNI dan melibatkan juga aparat Polri. "Para anggota TNI AL ini sedang melaksanakan Operasi Gaktib gabungan TNI dan Polri, saat itu ada 48 personel. Itu resmi," katanya.

Sebelum diberitakan, dua perwira menengah Polri, Kompol Teuku Arsya dan Kompol Budi Hermanto, mengaku dipukuli sejumlah anggota TNI AL di Bengkel Cafe. Arsya merupakan penyidik Polda Metro Jaya sedangkan Budi Hermanto penyidik di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Heru Pranoto menyatakan bahwa Budi Hermanto sedang menjalankan tugas khusus. Dia kemudian bertemu penyidik Arsya dan mereka, pada Jumat (6/2) dini hari, melakukan rapat di salah satu room di Bengkel Cafe. Di tengah rapat itu, sejumlah petugas TNI AL datang dan melakukan pemeriksaan. Antara polisi dan aparat TNI AL itu terjadi ketegangan hingga kontak fisik.

Pihak TNI AL mengakui adanya pemukulan terhadap kedua polisi tersebut. Pemukulan sebagai upaya membela diri. Pasalnya, si polisi melawan dan mencabut pistol. Namun polisi membantah tuduhan mencabut pistol tersebut. (Tribunnews/ote/wah)

* Ikuti Terus Berita Terbaru
di http://kupang.tribunnews.com
* Silakan Like www.facebook.com/
poskupang.online
* Follow https://twitter.com/poskupang

Editor: Benny Dasman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved