KPK Tetapkan Calon Kapolri Tersangka

Kompolnas Pastikan Presiden Tak Akan Lantik Budi Gunawan

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengakui Presiden Joko Widodo menyebut tidak akan melantik Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Editor: Alfred Dama
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan saling berpegangan tangan dengan anggota Dewan usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015). Sebelumnya Komjen Pol Budi Gunawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tekait dugaan rekening gendut Polri. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengakui Presiden Joko Widodo menyebut tidak akan melantik Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai Kapolri. Pernyataan itu disampaikan Jokowi kepada Kompolnas sepekan lalu.

"Beliau konsisten dan komitmen ya, tidak akan melantik Komjen Budi Gunawan," kata Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (4/2/2015).

Adrianus kemudian menceritakan, kepastian itu didapat setelah Kompolnas bertemu dengan Kepala Negara pekan lalu. "Minggu lalu ya disampaikannya."

Lantaran Budi Gunawan batal dilantik, Kompolnas pun menyiapkan sejumlah nama penggantinya. Nama-nama yang diajukan berasal dari jendral bintang tiga.

Kompolnas merupakan lembaga yang memiliki hak untuk mengajukan nama calon Kapolri kepada Presiden. Hak itu diatur dalam UU nomor 2 tahun 2002 tentang Polri Pasal 38 ayat 1(b) yang berbunyi "memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri."

Tim Independen

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Independen atau Tim 9 untuk konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Kepolisian RI, Jimly Asshiddiqie, mengakui, ia menerima pesan singkat dari Ketua Tim Independen Syafii Maarif pada Selasa (3/2/2015) kemarin.

Isi pesan tersebut, kata dia, Syafii menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menghubunginya dan mengatakan akan membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Polri.

Pesan yang sama juga sempat beredar pada petang kemarin. Isi pesan Syafii tersebut, "Barusan Presiden telp saya: BG tdk akan dilantik, cari wkt yg tepat."

Jimly membenarkan bahwa ia juga menerima pesan tersebut dari Syafii. "Itu benar. Secara substansi, tidak ada yang baru, hanya komunikasi politik saja," kata Jimly, saat dihubungi, Rabu (4/2/2015) pagi.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved