Breaking News

Pria Bertopeng Bantai Suami-Istri di Kupang

Pria bertopeng membantai suami-istri, Paulus (43) dan Aurelia Fretes (Lena), warga RT 4/RW 14 Kelurahan Oesapa, Kota Kupang,Selasa (3/2/2015).

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Pria bertopeng membantai suami-istri, Paulus (43) dan Aurelia Fretes (Lena), warga RT 4/RW 14 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (3/2/2015), sekitar pukul 10.00 Wita.

Pembunuhan suami-istri di Jalan Sinai III Oesapa itu menggunakan pisau berukuran panjang 20 centimeter (cm). Aksi pembunuhan tersebut mengejutkan warga setempat. Pelaku kini dalam pengejaran polisi.

Paulus meninggal dunia di tempat setelah ditikam di rusuk kirinya dan mengalami luka robek di lengan kirinya. Sedangkan istrinya, Lena yang mengalami luka di bagian siku dan bagian belakang tubuhnya, dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, pada Selasa (3/2/2015) pagi, pukul 09.30 Wita, Paulus yang berada di dalam kamar bersama istrinya dikejutkan oleh kedatangan pelaku yang menggunakan topeng dan mendobrak pintu kamar kos mereka.

Setelah masuk di dalam kamar kos Paulus dan Lena, pelaku mengatakan kepada Lena, "Jangan ikut campur, ini masalah saya dan Paulus terkait pekerjaan proyek." Seusai menyampaikan itu kepada istri Paulus, pelaku mulai melakukan aksi pembantaian terhadap pasangan suami-istri ini.

Lena yang dalam keadaan terluka setelah ditikam pelaku, berteriak minta tolong. Mendengar teriakan Lena minta tolong dan melihat Paulus tak berdaya terbaring di tempat tidur seusai ditikam, pelaku langsung melarikan diri.

Lena yang dalam keadaan terluka parah lari keluar kamar kos meminta bantuan kepada warga sekitarnya. Warga berdatangan melihat keadaan Paulus, namun tidak ada satupun warga yang berinisiatif untuk mengejar pelaku yang diduga belum lari terlalu jauh.

Lena dibawa ke RS Bhayangkara Kupang untuk mendapat pertolongan medis. Paulus yang tewas di tempat akibat luka tusukan pada rusuk kiri dan lengan kiri juga dibawa ke RS Bhayangkara Kupang.
Kapolres Kupang Kota, AKBP Musni Arifin, S.Ik, yang memimpin olah TKP mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui motif pembunuhan ini.

"Kami masih mengambil keterangan dari istri korban yang saat ini berada di RS Bhayangkara Kupang. Motifnya masih kami dalami, apakah terkait pekerjaan, keluarga atau soal apa. Tadi kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sarung pisau yang digunakan pelaku untuk menikam para korban, hand-phone (HP) milik korban serta sejumlah barang lainnya milik korban. Saya mengerahkan personel mengejar pelaku yang belum lari terlalu jauh dari Kota Kupang," kata Musni.

Minta Bantuan Warga
Musni minta bantuan warga sekitar tempat kos Paulus dan Lena yang memasang kamera CCTV di rumahnya mungkin saja saat pelaku datang dan pergi terekam kamera.

"Kami berharap masyarkat sekitar membantu kami dengan mengizinkan kami melihat hasil rekaman CCTV-nya kalau ada, sebelum dan sesudah kejadian berlangsung guna mengungkap kasus ini," ujar mantan Kapolres Ende ini.

Pemilik kos tempat Paulus dan Lena tinggal, Okto Nomleni mengatakan, Paul tinggal di kos-kosan tersebut sejak tahun 2013. Baru enam bulan yang lalu Paulus membawa istrinya tinggal bersamanya.

"Paulus ini bantu-bantu kerja plester tembok kos-kosan ini, sehingga uang kosnya dipotong dari honornya. Sampai saat ini ada beberapa kamar kos yang masih dikerjakan Paulus. Saya tahu Paul bekerja sebagai tukang," ujar Okto.

Pantauan Pos Kupang, kos-kosan milik Okto tempat Paul dan istrinya tinggal dipasang garis polisi atau police line oleh kepolisian. Olah TKP sekitar satu jam lebih.

Sejumlah barang milik korban dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti. Ceceran darah dari dalam kamar kos Paulus dan istrinya sampai di aspal jalan masuk ke kos-kosan tersebut. Beberapa warga melihat kejadian itu hanya sebentar lalu kembali ke rumah masing-masing dan menutup pintu pagar di rumahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved