Breaking News:

TNI AU Amankan 8 Calon TKI di Bandara El Tari Kupang

TNI AU Lanud El Tari Kupang, Jumat (30/1/2015), kembali menggagalkan pemberangkatan delapan orang calon TKI ilegal. Danlanud El Tari, Kolonel Pnb Andi

POS KUPANG/DION KOTA
Ilustrasi: Letnan Satu POM AU Albert Darwin saat mnyerahkan berita acara penyerahan tujuh orang TKI ilegal kepada petugas BP3TKI di Bandara El Tari Kupang, Kamis (22/1/2015). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, KUPANG -- TNI AU Lanud El Tari Kupang, Jumat (30/1/2015), kembali menggagalkan pemberangkatan delapan orang calon TKI ilegal.
Danlanud El Tari, Kolonel Pnb Andi Wijaya, S.Sos, yang dikonfirmasi melalui Letnan Satu POM AU Albert Darwin, Jumat (30/1/2015), mengatakan, delapan calon TKI ilegal itu hendak bekerja di Pontianak di Kalimantan Barat dan Malaysia.

Albert menjelaskan, sekitar pukul 09.10 Wita TNI AU mengamankan delapan orang yang diduga TKI ilegal bersama dua orang pengantarnya. "Kami mengamankan mereka saat hendak check in. Mereka datang rombongan, tapi saat check in sengaja bergelombang agar tidak terlalu kentara.

Namun, petugas kami di bandara sudah mencium gelagat mereka yang mencurigakan. Makanya kami tanya mereka. Hasil percakapan ada yang mencurigakan, di mana salah seorang calon TKI ilegal di KTP-nya beralamat di Bonipoi, tapi ketika ditanya Bonipoi di mana, dia melihat teman di sebelahnya. Akhirnya kami memutuskan menahan mereka dan membawa mereka ke Pos POM TNI AU untuk diperiksa," jelas Albert.

Hasil pemeriksaan, lanjut Albert, dua orang calon TKI merupakan mantan TKI ilegal yang pernah bekerja di Kuala Lumpur dan saat ini hendak kembali lagi ke Malaysia melalui Pontianak. Dua orang yang diamankan, kata Albert, yaitu Bernadina Yasinta Bisik (34) dan Elfrida Atok (21) asal TTU. Keduanya pernah bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai pembantu rumah tangga selama dua tahun.

Menurut dia, diduga kuat mereka berangkat melalui jalur ilegal karena ketika ditanya paspor dan dokumen lain mereka mengatakan tidak ada. Sedangkan enam orang lainnya bernama Ratna Kristiana Anin, Petronela Takib (27), Eni Febriani Kelin (24), Angolos Imanuel Haki (21), Yusmi Kelin (26) dan Berton Gregorius. Keenam calon TKI ilegal ini berasal dari Desa Takari, namun dalam KTP-nya ada dua orang ber-KTP Kota Kupang, tapi ketika ditanya tempat tinggal di Kota Kupang mereka kebingungan dan saling melihat.

Saat ditanya tujuan keberangkatan enam orang ini, demikian Albert, mereka mengatakan hendak ke Pontianak untuk mengikuti acara pernikahan kakak mereka karena orang tua sudah terlalu tua, jadi mereka yang mewakili.

Sementara dua orang yang diamankan bersama delapan orang yang diduga calon TKI ilegal, jelas Albert, bernama Martinus Sae (23) dan Orince Sae. Keduanya mengaku delapan orang calon TKI itu bermalam di tempat kos mereka karena dekat bandara. Saat ke bandara ada yang diantar sepeda motor dan yang lainnya jalan kaki. Pantuan Pos Kupang sekitar pukul 09.30 Wita delapan calon TKI ilegal diamankan di Bandara El Tari Kupang bersama dua orang pengantar saat melakukan check in.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved