Rabu, 6 Mei 2026

Begini Model Baru Transaksi PSK di Eks Lokalisasi Dolly

Setelah ditutup pada 18 Juni 2014 lalu, ternyata praktik prostitusi di lokasisasi Dolly belum sepenuhnya hilang. Polisi masih menemukan praktik transa

Tayang:
Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, SURABAYA -- Setelah ditutup pada 18 Juni 2014 lalu, ternyata praktik prostitusi di lokasisasi Dolly belum sepenuhnya hilang. Polisi masih menemukan praktik transaksi prostitusi dengan cara tersembunyi. Salah satu modus transaksinya melalui telepon seluler.

"Lelaki mucikari tetap berada di sekitar bekas wisma lokalisasi, dia menawarkan pada lelaki terlihat mondar-mandir seperti mencari sesuatu," kata kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (30/1/2015).

Mucikari memberi nomor ponsel, lalu transaksi dilanjutkan via sambungan telepon di luar lokasi eks Dolly.

"Si mucikari memberi foto-foto PSK yang ditawarkan. Para PSK tersebut berada di kos yang ada di sekitar eks Dolly," terangnya.

Setelah harga sepakat, maka kewajiban mucikari mengantar PSK di tempat kencan yang disepakati. Harga yang ditawarkan beragam dari Rp 2 juta hingga di bawah Rp 1 juta untuk sekali kencan. Seusai mengantar tamunya, si mucikari lalu meminta beberapa persen dari harga sebagai imbalan.

Akhir pekan lalu, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim membekuk dua mucikari yang biasa beroperasi di sekitar eks lokalisasi Dolly. AN (39), warga Malang dan MA alias Gondrong (39), warga Surabaya dibekuk saat mengantar dua PSK kepada "pembelinya" di sebuah hotel.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved