Breaking News:

Disesalkan Keterlibatan Aparat Dalam Human Trafficking

Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neli Rondo menyesalkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI Angkatan Laut dan Pangkalan Utama Angkatan Laut

POS KUPANG/DION KOTA
SERAHKAN BERITA ACARA -- Letnan Satu POM AU Albert Darwin saat mnyerahkan berita acara penyerahan tujuh orang TKI ilegal kepada petugas BP3TKI di Bandara El Tari Kupang, Kamis (22/1/2015). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neli Rondo menyesalkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI Angkatan Laut dan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang dalam pengiriman tenaga kerja illegal ke luar negeri.

Pasalnya, hal ini terjadi justru di saat NTT sedang dalam kondisi "perang besar" melawan maraknya human trafficking. Winston mengatakan itu terkait adanya dugaan keterlibatan oknum Anggota Lantamal VII Kupang dalam kasus human trafficking yang digagalkan di Bandara El Tari Kupang pada Kamis (22/1/2015) lalu.

"Kami (Komisi V DPRD NTT) menyesalkan karena dalam perang besar melawan trafficking. Ternyata membuktikan semua pihak bahwa aparat kita menjadi backing, pemain, terlibat penuh dalam kasus ini. Kita sesalkan betul," tegasnya, Minggu (25/1/2015).

Menurutnya, terungkapnya kasus human trafficking yang melibatkan oknum aparat selama ini harusnya memberi pelajaran agar jangan ada lagi seperti itu. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Semakin banyak terungkap, justru seolah semakin banyak yang berbuat.

"Yang terungkap selama ini mestinya menjadi memberi pelajaran bagi kita semua. Bukannya menjadi aktor atau bagian dari persoalan,' ujarnya.

Terkait kejadikan ini, lanjut Winston, sebagai komisi yang berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas dan membongkar keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini.

" Kami desak pemangku kepentingan terkait untuk bongkar habis keterlibatan oknum ini. Danlantamal harus proses ini karena ada anggota telah terlibat. Kemarin kami kritisi polri, harusnya TNI juga belajar dari pengalaman ini," katanya.

Lebih lanjut, Winston meminta gubernur NTT untuk segera duduk bersama dengan seluruh stakeholder untuk membahas masalah ini. Ini sudah menjadi masalah yang sangat serius dana mendesak untuk ditangani.

"Kami heran mengapa para TKI yang diamankan ini diserahkan ke TNI Al untuk proses. Ini namanya jeruk makan jeruk. Jika ada fakta menguat maka komisi akan minta penjelasan Danlamatamal," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Lanud El Tari Kupang menggagalkan pemberangkatan tujuh orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Bandar Udara El Tari Kupang, Kamis (22/1/2015), sekitar pukul 13.00 Wita.

Diduga ada oknum anggota TNI AL Lantamal VII Kupang berinisial Nur, berada di belakang pengiriman tujuan calon TKI ilegal yang hendak dikirimkan ke Malaysia melalui Batam.

Komandan Pangkalan TNI AU El Tari, Kolonel Pnb Andi Wijaya, S.Sos, ditemui Pos Kupang di Markas TNI AU El Tari Kupang, mengatakan, TNI AU berhasil menggagalkan keberangkatan tujuh orang calon TKI ilegal yang hendak berangkat ke Malaysia menggunakan pesawat Lion Air tujuan Surabaya, Jawa Timur.

"Anggota kami yang bertugas di Bandara El Tari melihat gerak-gerik yang mencurikan tujuh orang calon TKI ilegal ini. Mereka yang seharusnya melakukan ceck in di dalam ruangan ceck in malah masuk ke ruang VIP. Melihat hal itu anggota kami langsung bergerak dan melakukan percakapan dengan mereka.Hasil percakapan diketahui mereka hendak berangkat ke Batam menggunakan pesawat Lion Air yang transit di Surabaya sebelum lanjut ke Jakarta menuju Batam," jelas Andi, didampingi Letnan Satu POM AU Albert Darwin.

Albert menambahkan, hasil pemeriksaan diketahui tujuh calonTKI ilegal ini berasal dari Kabupaten Belu."Setelah kami periksa ternyata mereka hendak bekerja di Batam, tapi tidak tahu mau kerja apa. Para calon TKI ilegal ini juga mengatakan, nanti di Surabaya ibu Tin yang akan menjemput mereka. Setelah kami periksa dan ambil datanya, kami menyerahkan para calon TKI ilegal ini kepada BP3TKI untuk diproses lebih lanjut," kata Albert.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved