TRuK-F Maumere: Peran Dinsosnakertrans Sikka Belum Optimal
Selain Dinsosnakertrans, TRuK-F Maumere penganggaran pemerintah daerah untuk penanganan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak juga terbatas.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Laporan tahunan Tim Relawan Kemanusian Untuk Flores (TRuK-F) Maumere, Rabu (21/1/2015) mengungkapkan kendala yang dihadapi relawan selama setahun terakhir (2014), yakni belum optimalnya peran Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnakertrans) Kabupaten Sikka dalam menangani masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sikka.
Selain Dinsosnakertrans, TRuK-F Maumere penganggaran pemerintah daerah untuk penanganan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak juga terbatas.
Konferensi Pers yang digelar TRuK-F Maumere ini dihadiri oleh semua media baik lokal maupun media nasional di Kota Maumere.
Hadir dosen Ledalero, Pater Otto Gusti, SVD, Anggota DPRD Sikka, Paskalia Laban, Ibu Fitri dari bagian pemberdayaan perempuan kabupaten Sikka dan elemen lain yang menangani masalah perempuan dan anak.
Koordinator TRuK-F, Suster Eustochia juga mengungkapkan kendala pada penegak hukum yang belum memiliki perspektif gender yang utuh dalam menangani kasus kekerasan perempuan dan anak di Sikka.
Masyarakat juga belum berani melaporkan kasus kekerasan anak, perempuan dan perdagangan orang.
Suster Eustochia mengharapakan pemerintah mengambil peran lebih dalam menangani, juga mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab tren kasusnya meningkat pada tahun 2014.*