Sidang DPRD Nagekeo Diterangi Lampu HP

Gara-gara listrik padam, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nagekeo, Selasa (16/12/2014), terpaksa bersidang dalam gelap.

Sidang DPRD Nagekeo Diterangi Lampu HP
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
SIDANG -- Banggar DPRD Nagekeo bersidang dalam gelap, Selasa (16/12/2014). 

POS-KUPANG.COM, MBAY -- Gara-gara listrik padam, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nagekeo, Selasa (16/12/2014), terpaksa bersidang dalam gelap.

Pimpinan dan para anggota banggar terpaksa menggunakan lampu telepon genggam atau HP (Handphone) untuk membaca angka-angka rupiah hasil rasionalisasi dari komisi-komisi untuk didistribusikan kembali ke SKPD-SKPD yang ada.

Kondisi tersebut berlangsung hampir 20 menit. Pemadaman listrik terjadi pada pukul 10.35 Wita dan baru kembali menyala sekitar pukul 10.55 Wita. Meski gelap gulita, pemimpin rapat, Marselinus Fabianus Ajo Bupu memutuskan tetap melanjutkan rapat.

Dengan menggunakan lampu telepon genggam, rapat Banggar RAPBD Nagekeo tahun anggaran 2015 itu tetap berjalan.

Para anggota Dewan yang telepon genggamnya tidak memiliki lampu terpaksa merapat ke meja-meja anggota Dewan yang ada penerangan.

Suasana rapat banggar yang semula berlangsung tertib akhirnya terganggu karena pemadaman listrik tersebut. Ketika listrik menyala, agenda rapat sudah sampai pada tahap kesimpulan.

Pemadaman listrik saat berlangsungnya rapat pembahasan APBD Nagekeo bukan yang pertama kali. Pada rapat-rapat APBD sebelumnya juga sering terjadi pemadaman listrik.

Pihak Sekretariat DPRD Nagekeo, Selasa (16/12/2014) malam, mengatakan, telah menyerahkan jadwal sidang pembahasan RAPBD Nagekeo ke PLN Mbay.

Kepala PLN Mbay maupun Bajawa yang hendak diminta penjelasannya pada Selasa malam tidak berhasil dihubungi. Beberapa Anggota DPRD Nagekeo mengaku kecewa dengan kinerja PLN Mbay karena pemadaman dilakukan secara sepihak dan berulang kali.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved