Oknum TNI AD Diduga Ikut Bunuh Pendeta Malo

Majelis hakim Pengadilan Militer Kupang yang memeriksa dan menyidangkan perkara dugaan pembunuhan terhadap Pdt. Antonius Malo, S.Th di SBD

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Majelis hakim Pengadilan Militer Kupang yang memeriksa dan menyidangkan perkara dugaan pembunuhan terhadap Pdt. Antonius Malo, S.Th di Sumba Barat Daya, Kamis (11/10/2012)  oleh oknum anggota TNI AD, Sertu Charles Didimus Malo, di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Kamis (4/12/2014), menolak eksepsi terdakwa, melalui penasehat hukumnya dari Pekunrem 161/Wirasakti Kupang, Kapten Chk. Zaldi, S.H.

Karena itu, sidang pemeriksaan terhadap oknum anggota TNI AD, Sertu Charles Didimus Malo,  dilanjutkan pemeriksaan saksi.  Penolakan eksepsi ini disampaikan majelis hakim melalui putusan sela yang dibacakan dalam sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum di Pengadilan Militer III-15 Kupang.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Sutrisno, S.H, didampingi dua hakim anggota, Mayor Chk Edi Susanto, S.H dan Mayor Chk Ujang Taryana, S.H, dibantu panitera Letnan Satu Chk Supriyadi.

Bertindak sebagai Oditur Militer Penuntut Umum, Mayor Chk Sentot Rahadi Yono, S.H. Terdakwa Charles Didimus Malo, didampingi penasehat hukum dari Pekunrem 161/Wirasakti Kupang, Kapten Chk Zaldi, S.H.

Dalam amar putusan selanya, majelis hakim menyatakan, materi eksepsi yang disampaikan oleh penasehat hukum terdakwa sudah jauh melampaui dan sudah sampai pada substansi persidangan, sehingga eksepsi yang disampaikan penasehat hukum terdakwa ditolak.

Majelis hakim juga menyatakan dakwaan yang disampaikan oditur militer penuntut umum dapat diterima untuk pemeriksaan perkara ini dapat dilanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi. "Apakah saudara terdakwa sudah mengerti tentang isi putusan sela yang baru saja dibacakan," tanya Ketua Majelis Hakim, Letkol Chk Sutrisno,S.H kepada terdakwa, Sertu Charles Didimus Malo, seusai membacakan putusan selanya. "Siap yang mulia," jawab terdakwa Charles Didimus Malo.

Ketua majelis hakim mempersilakan terdakwa konsultasi dengan penasehat hukum untuk menyatakan menerima putusan sela atau tidak menerima agar dapat mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Militer di Surabaya, Jawa Timur.

"Apakah saudara menerima putusan sela yang baru saja dibacakan," tanya Letkol Sutrisno lagi. Terdakwa Sertu Charles Didimus Malo menjawab, "Siap menerima untuk dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi."

Kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian Pdt. Antonius Malo, S.Th, ini diduga  dipicu oleh pertengkaran mengenai pembongkaran baliho paket Manis (Jakob Malo Bulu-John Mila Mesa Geli), yang saat itu terpasang di rumah orangtua korban dan terdakwa.

Namun, dalam kasus ini yang mendatangi rumah Pdt. Antonius Malo, S.Th, terlebih dahulu adik lain dari korban, yakni Alexander Umbu Kaleka. Dia membawa seekor kerbau, uang Rp 2 juta dengan alasan kerbau itu mengembalikan belis kepada istri Pdt. Antonius Malo, S.Th, Esther Dada Gole, S.P, Sedangkan uang Rp 2 juta  merupakan uang pinjaman yang diantar Selasa (10/10/2012).

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved