Saya Diancam, Ditelenjangi dan Diperkosa. Sekarang Hamil 5 Bulan

Kasus perkosaan di bawah umur di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali terjadi. Seorang pelajar SMP di Kecamatan Pedamaran, DN (13),

Saya Diancam, Ditelenjangi dan Diperkosa. Sekarang Hamil 5 Bulan
Net
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, KAYUAGUNG -- Kasus perkosaan di bawah umur di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali terjadi. Seorang pelajar SMP di Kecamatan Pedamaran, DN (13), hamil lima bulan dan tidak mau bersekolah.

Mengetahui DN hamil, Wasnun orang tua korban mengajak anaknya melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Dari laporan DN ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres OKI, disebutkan pelakunya tak lain Samsul Bahri (55), warga Pedamaran 5 Kecamatan Pedamaran.

Korban DN mengaku peristiwa pemerkosaan yang dialaminya terjadi, Agustus 2014 sekitar pukul 21.00. Saat itu korban yang hendak pulang ke rumah dicegat oleh tersangka Samsul Bahri.

"Saat itu, Samsul berada di jalan dan menarik tangan saya dan membawa saya ke kebun ubi tak jauh dari rumah. Disana saya diancam akan dibunuh, sehingga saya hanya bisa menangis ketika Samsul melepaskan seluruh pakaian yang saya pakai," kata DN di hadapan wartawan.

"Sesudah saya ditelanjangi oleh Samsul, dirinya kembali mengancam untuk tidak bercerita kepada orang lain, termasuk dengan bapak dan ibu saya," tutur DN seraya berucap dirinya kini putus sekolah, karena malu melihat perut sudah membuncit.

Orang tua korban Wasnun mengatakan, awal mula mengetahui buah hatinya hamil karena merasa curiga melihat tingkah laku anaknya yang berubah total.

"Anak saya ini juga tidak mau sekolah, serta menjadi pendiam dan tidak pernah keluar rumah. Setelah saya desak, akhirnya dia bercerita sudah diperkosa oleh Samsul Bahri. Akhirnya anak ini saya bawa ke bidan desa dan diketahui telah hamil," ujarnya.

Sebelum melapor ke polisi, keluarga mengharapkan ada itikad baik dari pelaku, namun hingga kini pelaku tidak diketahui keberadaannya.

"Sekarang anak saya ini sudah hamil 5 bulan pak. Kami sekeluarga menanggung aib ini. Kami minta polisi dapat menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai perbuatannya kepada anak saya," harapnya.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIk melalui Kasat Reskrim AKP N Ediyanto SIk SH didampingi Kanit PPA Ipda Tuswan SH membenarkan adanya laporan asusila yang menimpa warga Desa Pedamaran 5 tersebut.

"Korban sudah kami periksa, dan benar saat ini sedang hamil 5 bulan. Untuk pelaku sendiri kita belum mengetahui keberadaannya, karena setelah mengetahui korban hamil pelaku yang tinggal berdepanan rumah dengan korban langsung menghilang," terang AKP Edyanto seraya berucap ini semua tanggungjawab para guru untuk meningkatkan pendidikan dan akhlak pelajarnya jangan sampai terjadi seperti ini.

Dikatakannya, sesuai laporan korban bernomor LP/B/425/XI/2014/Sumsel/Res OKI tersebut, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak karena pelaku masih dibawah umur.

"Mudah-mudahan pelaku bisa secepatnya kita tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandasnya.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved