Narkoba di NTT
JE Menangis Minta Dijenguk AT
Air mata JE tumpah tak terbendung saat ditemui wartawan usai diperiksa kesehatannya di klinik kesehatan Polda NTT.
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Air mata JE tumpah tak terbendung saat ditemui wartawan usai diperiksa kesehatannya di klinik kesehatan Polda NTT. Mata perempuan paruh baya itu sembab. Mukanya pucat saat anggota Ditresnarkoba Polda NTT membawanya ke klinik kesehatan Polda NTT, Rabu (26/11/2014).
Berkali-kali ia meminta AT, teman prianya, yang tertangkap dalam penggerebekan di salah satu kos-kosan di Kelapa Lima, Kota Kupang, menjenguknya.
"Saya mau AT tengok saya di sini. Gara-gara dia saya di sini. Kalau dia tidak kasih saya uang, lalu saya beli dengan apa. Saya belajar memakai shabu-shabu dari AT hingga akhirnya ketagihan dan membelinya sendiri sejak Maret 2014 lalu," ungkap JE saat digiring petugas dari klinik kesehatan Polda NTT menuju ruang pemeriksaan Ditresnarkoba Polda NTT.
JE mengaku sudah berkali-kali menggunakan barang haram itu dengan AT. Sudah banyak kali hingga tidak bisa dihitung. Menyoal barang haram itu milik siapa, JE mengaku ia membeli barang itu setelah mendapatkan uang dari AT.
JE mengharapkan AT tidak lagi mencari ibunya. Ia mendapatkan informasi ibunya memberikan uang kepada AT karena ibunya ketakutan. Diduga, AT meminta sisa uang yang pernah diberikan kepada JE beberapa bulan lalu. Tetapi ia tidak mengetahui kapan pemberian uang kepada AT.
"Kalau dia meminta kembail uang yang pernah diberikan semestinya dia datang ke saya, jangan meminta kepada ibu saya. Kalau ibu saya tidak ada uang lagi, lantas siapa yang akan menghidupi anak saya," ujar JE.
JE menceritakan, AT pernah memberikan uang senilai Rp 500 juta kepada dirinya. Namun uang senilai Rp 250 juta itu sudah diminta kembali AT untuk modal usaha. Sisanya uang yang diberikan AT dipakai untuk membeli berbagai kebutuhan hingga membayar kos-kosan.
Selama tinggal dikos-kosan, AT yang membayar bulanannya sejak ia mengenal AT Maret 2014 lalu. Ia tidak memiliki uang untuk membayar kos-kosan. "Saya mau bayar uang kuliah anak saya saja, saya pusing," jelas JE.
Informasi yang dihimpun sekitar pukul 15.00 Wita, menyebutkan, JE dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang lantaran muntah-muntah terus. Diduga, JE stres lantaran musibah yang dialaminya dan harus menanggung sendiri.
Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda NTT, AKBP Agus, yang dihubungi Pos Kupang, Rabu (26/11/2014) malam, membenarkan JE sempat dirawat di IGD RSB Kupang. Namun JE hanya mengaku pusing. Setelah dirawat beberapa saat, JE dikembalikan ke Ditnarkoba Polda NTT.
Sebelumnya, kata Agus, JE diduga menelan obat sakit kepala dalam jumlah banyak. Namun setelah diinterogasi ternyata JE hanya meminum satu butir obat, sisanya ia keluarkan dari kemasan dan dibuang. Tak hanya itu, perawat juga memeriksa lambung JE.
Setelah diperiksa, lambung JE dalam kondisi normal. Aksi itu dilakukan JE diduga karena ia ingin mendapatkan perhatian atas kasus yang sementara menderanya.