Terkait Kehadiran Gafatar
Ketua MUI NTT: Usir Saja Kalau Memang Meresahkan
Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim menilai jika keberadaan organisasi Gafatar itu meresahkan masyarakat NTT maka Gafatar diusir saja dari NTT.
POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim menilai jika keberadaan organisasi Gafatar itu meresahkan masyarakat NTT maka Gafatar diusir saja dari NTT.
Demikian disampaikan Andul Kadir Makarim, dimintai tanggpannya soal keberadaan Gafatar di NTT. "Saya kira usir saja kalau memang meresahkan. Kita tidak mau ada organisasi-organisasi yang meresahkan," katanya, kepada Pos Kupang, Senin (10/11/2014) malam.
Makarim mengaku telah mendengar keberadaan organisasi itu sejak tujuh atau delapan tahun lalu di Kabupaten Flores Timur, dan di Kota Kupang sudah sejak tiga tahun lalu.
"Sudah lama ini, sudah sekitar tujuh atau delapan tahun lalu saya dengar dari Dandim Flotim. Kalau di Kota Kupang, saya dengar tiga tahun lalu. Karena dia bukan dari ormas Islam, jadi saya juga tidak terlalu tanggapi. Organisasi itu tidak jelas. Jadi, di MUI NTT sepanjang organsiasi itu tidak melaporkan diri, kami anggap dia tidak ada. Kalau memang masyarakat resah, ditolak dan dilaporkan ke aparat. Itu kewajiban masyarakat untuk membentengi diri sendiri," tegas Makarim.
Sementara itu Kapolda NTT Breijen (Pol) Endang Sunjaya mengatakan, belum bisa memastikan apakah organisais Gafatar itu dilarang atau tidak. "Saya beum bisa menyatakan organisasi itu dilarang atau tidak. Saya akan koordinasi dengan intelijen dan Mabes Polri, Katanya.
Sementara itu, Dandim 1604/Kupang, Letkol (inf) Subar berharap masyarakat tidak main hakim sendiri menyikapi kehadiran Gafatar di NTT. "Kami menghimbau masyarakat jangan melakukan aksi kekerasan terhadap anggota Gafatar," kata Letkol (Inf) Subar.