Jumat, 10 April 2026

Kasus Pembunuhan Obaja

Menurut Keluarga Obaja, Topan Bukan Pembunuh Brigpol Obaja

Keluarga Brigpol Obaja Nakmofa, tidak yakin jika Martinus Oemenu alias Topan adalah tersangka pelaku yang membunuh Obaja Nakmofa, Kamis (1/12/2011).

Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Keluarga Brigpol Obaja Nakmofa, tidak yakin jika Martinus Oemenu alias Topan adalah tersangka pelaku yang membunuh Obaja Nakmofa, Kamis (1/12/2011). Keluarga menilai, ada fakta lain yang sepertinya sengaja ditutupi oleh penyidik.

Demikian disampaikan keluarga Obaja saat mendatangi Redaksi SKH Pos Kupang, Minggu (2/11/2014) petang. Mereka adalah Susana Adriana Nakmofa (ibu kandung), Yuliana Nakmofa- Koreuli (istri), Debes Nakmofa (kakak) Elisabeth (istri Debes).

Mereka didampingi Jhon Liem dan Amos Lafu, SH. Keluarga Obaja diterima oleh Pelaksana Pemred SKH Pos Kupang, Benny Dasman.

Mewakili keluarga, Jhon Liem menyampaikan terima kasih kepada Pos Kupang yag sejak awal terus mengawal proses hukum kasus kematian Obaja ini.

"Kami tetap berharap media, khususnya Pos Kupang, terus mengawal proses hukum kasus Obaja hingga tuntas. Keluarga sangat menyesal karena selama tiga tahun polisi belum bisa mengungkap tuntas kasus kematian Obaja. Obaja Nakmofa mati dalam tugas, dikubur di Taman Makam Pahlawan sebagai pahlawan. Namun hingga tiga tahun kasusnya masih misteri, apa penyebab dan siapa tersangka yang membunuh pahlawan itu belum diketahui," kata Jhon.

Jhon mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan masalah ini ke LPSK, Mabes Polri dan juga Kontras agar bisa ikut mengawal guna penuntasan  kasus ini.

Yuliana mengatakan, hingga saat ini dia dan keluarga besar Obaja belum menyakini bahwa Topan adalah pembunuh Obaja.

Meski demikian, keluarga akan tetap menanti proses hukum dari kasus itu. Yuliana berharap Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Endang Sunjaya aktif mempublikasikan perkembangan hukum kasus kematian Obaja Nakmofabukan menunggu wartawan atau keluarga meminta penjelasan baru perkembangan kasus itu dipublikasikan.

"Kami tidak yakin Topan yang membunuh Obaja. Tapi silahkan saja, jika menurut polisi Topan yang membunuh Obaja, harus ada bukti yang kuat," kata Yuliana.

Amos juga berharap agar penyidik Polisi bisa menemukan barang bukti berupa alat yang dipakai tersangka untuk membunuh korban Obaja. Karena dari barang bukti alat yang dipakai untuk membunuh itulah barulah bisa ada petunjuk siapa yang patut menjadi tersangka.

"Karena adanya barang bukti bisa ada sidik jari yang mengarah kepada tersangka pembunuhnya. Jika tidak ada  barang bukti maka petunjuknya apa," kata Amos.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved