Ya Ampun Direktur RSU Kupang Anapaku Diniali Tidak Mampu
Manajemen RSU Johannes Kupang dinilai tidak ada upaya untuk membenahi rumah sakit itu.
POS-KUPANG,COM, KUPANG --- Manajemen RSU Johannes Kupang dinilai tidak ada upaya untuk membenahi rumah sakit itu. Pasalnya, sudah banyak sorotan masyarakat, tapi masih saja ditemukan berbagai persoalan.
Demikian anggota Fraksi Partai Golkar DPRD NTT, Gabriel Manek, saat dialog dengan jajaran manajemen rumah sakit setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama anggota DPRD Lintas Fraksi ke rumah sakit itu, Selasa (30/9/2014).
Menurut mantan Bupati TTU ini, seharusnya manajemen melakukan evaluasi rutin bulanan terhadap berbagai persoalan sehingga bisa langung ditindaklanjuti tanpa harus menunggu evaluasi tahun. "Sepertinya tidak ada usaha untuk perbaiki rumah sakit ini. Evaluasi satu tahun itu terlalu lama. Harusnya setiap bulan sehingga persoalannya bisa diatasi," tegas Gabriel.
Ia mengritik direktur rumah sakit itu yang lebih sering berada di luar daerah untuk berobat dan menunjuk seorang pelaksana tugas. "Kalau pelaksana tugas terus, maka yang susah adalah rakyat," tandasnya.
Anggota Fraksi Hanura, Timotius Terang, menilai Direktur RSU Johannes Kupang, dr. Alphonsius Anapaku, tidak mampu memimpin rumah sakit itu. Penilaian ini, lanjut Timotius, berdasarkan pernyataan Anapaku yang pernah dilansir media ini bahwa rumah sakit itu tidak akan bermasalah jika Tuhan Yesus yang memimpin.
"Pernyataan direktur bahwa hanya Tuhan Yesus, baru tidak bermasalah, itu berarti direktur tidak mampu lagi," katanya.
Timotius meminta agar DPRD NTT segera mengagendakan rapat dengar pendapat antara dengan manajemen rumah sakit agar diketahui persoalan serta dicarikan solusinya.
"Karena itu kita harus rapat dengar pendapat. Saya menilai itu pernyataan frustrasi beliau (dr. Alphonsius Anapaku) yang harus kita obati," tandas Timotius.