Pesawat Tempur TNI Tak Ganggu Penerbangan
Moeldoko mengatakan, latihan gabungan antara TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara ini tidak hanya dilakukan di Bandara Juanda
POS KUPANG.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko angkat bicara mengenai informasi penutupan Bandara Juanda, Surabaya. Ia membantah adanya penutupan bandara selama lima hari.
"Bukan seperti itu. Bahwa nanti (Bandara Internasional Juanda) akan ditutup lima hari, tanggal 1-4 Oktober (2014) kemudian tanggal 7, enggak benar itu. Memang ada geladi resik, tapi blocking time cuma beberapa menit," kata Moeldoko di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/9).
Moeldoko mengatakan, latihan gabungan antara TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara ini tidak hanya dilakukan di Bandara Internasional Juanda. Latihan juga berlangsung di bandara lain di wilayah Jawa Timur yakni Lanud Iswahyudi Madiun dan Lanud Abd Saleh Malang.
"Enggak semuanya kami taruh di Juanda. Jangan sampai seolah-olah nanti latihan ini akan merugikan dan mengganggu penerbangan (sipil). Semaksimal mungkin tidak," kata Moeldoko. TNI, juga telah berkomunikasi dengan PT Angkasa Pura dan Dirjen Perhubungan.
Menurut Moeldoko, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia telah mengirimkan standar operasional untuk koordinasi navigasi udara. Termasuk koordinasi dengan Dirjen Perhubungan. "Nanti peswat gabungan dari Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Angkatan Laut," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan tidak akan ada penutupan Bandara Juanda Surabaya berkaitan dengan kegiatan perayaan ulang tahun TNI. "Presiden memerintahkan Juanda tidak boleh ditutup," kata Chairul saat berada di kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa.
Menurut CT, sapaan Chairul, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan menghubungi otoritas bandara Juanda. Berkaitan dengan kegiatan perayaan ulang tahun TNI, akan ada rekayasa lalu lintas udara agar semua aktivitas tetap berjalan normal. Sebab, penutupan Bandara Juanda akan mengganggu kegiatan ekonomi.
Rencana penutupan Bandara Juanda yang beredar di masyarakat, hanya kesalahan komunikasi. "Pak Presiden menekankan semua harus berjalan normal. Jangan ganggu aktivitas ekonomi," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan koran ini, Bandara Juanda Surabaya dikabarkan kemungkinan ditutup sementara untuk penerbangan sipil. Pasalnya, bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) tersebut bakal digunakan untuk perayaan Hari Ulang Tahun Ke-69 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Trikora Harjo, General Manager Bandara Internasional Juanda, mengatakan mulai 26 September hingga 30 September, secara bertahap, sekitar 219 pesawat militer akan memenuhi Bandara Juanda.
Rencananya, ratusan pesawat militer tersebut memenuhi 10 parking stand di Terminal 1 dan Terminal 2. Jika pesawat sudah terkumpul di Juanda, mulai 26 September hingga 30 September TNI bakal menggelar latihan secara parsial.
TNI mulai menggelar latihan gabungan pada 1 Oktober-4 Oktober. "Tanggal 5-6 Oktober latihan diliburkan, kemudian pelaksanaan pada 7 Oktober."
"Latihan militer bakal dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WIB. Jika keputusan ini sudah final maka selama latihan tersebut, penerbangan sipil bakal ditiadakan di Juanda. Bandara kembali dibuka setelah pukul 14.00. Tapi, kemungkinan besar Juanda benar-benar ditutup pada 3-4 Oktober 2014 yaitu saat gladi bersih pelaksanaan HUT TNI," ujar Trikora kepada Tribun, Sabtu lalu.
Tri menjelaskan, berdasarkan rapat dengan Otoritas Bandara Juanda dan sejumlah maskapai, pihaknya sudah memikirkan dampak dari penutupan bandara tersebut. Hasil dari pertemuan tersebut juga sudah dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Tapi hasil rapat tersebut belum final dan masih menunggu keputusan dari sejumlah pihak.
"Untuk mengurangi kepanikan dari penumpang yang sudah memesan tiket di tanggal-tanggal tersebut, maka solusi terbaik yaitu mengubah jadwal (reschedule) penerbangannya melalui maskapai bersangkutan. Jika ada penumpang yang terbang pagi kemungkinan bakal digeser setelah pukul 14.00," ungkapnya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata, membenarkan hal tersebut. "Memang aturannya demikian, delay dan cancellation itu bukan disebabkan oleh maskapai (pihak pengangkut)."
"Untuk itu, dalam rangka mengurangi banyaknya penumpang yang terkena cancellation, yang penting penjualan tiket yang terkait dengan adanya penutupan bandara tersebut, jangan dilakukan," ujarnya. (tribunnews/fer/san)