Breaking News:

Pesawat Tempur TNI Tak Ganggu Penerbangan

Moeldoko mengatakan, latihan gabungan antara TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara ini tidak hanya dilakukan di Bandara Juanda

JULIAN SIHOMBING
Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon 

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko angkat bicara mengenai informasi penutupan Bandara Juanda, Surabaya. Ia membantah adanya penutupan bandara selama lima hari.

"Bukan seperti itu. Bahwa nanti (Bandara Internasional Juanda) akan ditutup lima hari, tanggal 1-4 Oktober (2014) kemudian tanggal 7, enggak benar itu. Memang ada geladi resik, tapi blocking time cuma beberapa menit," kata Moeldoko di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/9).

Moeldoko mengatakan, latihan gabungan antara TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara ini tidak hanya dilakukan di Bandara Internasional Juanda. Latihan juga berlangsung di bandara lain di wilayah Jawa Timur yakni Lanud Iswahyudi Madiun dan Lanud Abd Saleh Malang.

"Enggak semuanya kami taruh di Juanda. Jangan sampai seolah-olah nanti latihan ini akan merugikan dan mengganggu penerbangan (sipil). Semaksimal mungkin tidak," kata Moeldoko. TNI, juga telah berkomunikasi dengan PT Angkasa Pura dan Dirjen Perhubungan.

Menurut Moeldoko, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia telah mengirimkan standar operasional untuk koordinasi navigasi udara. Termasuk koordinasi dengan Dirjen Perhubungan. "Nanti peswat gabungan dari Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Angkatan Laut," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan tidak akan ada penutupan Bandara Juanda Surabaya berkaitan dengan kegiatan perayaan ulang tahun TNI. "Presiden memerintahkan Juanda tidak boleh ditutup," kata Chairul saat berada di kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut CT, sapaan Chairul, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan menghubungi otoritas bandara Juanda.  Berkaitan dengan kegiatan perayaan ulang tahun TNI, akan ada rekayasa lalu lintas udara agar semua aktivitas tetap berjalan normal. Sebab, penutupan Bandara Juanda akan mengganggu kegiatan ekonomi.
Rencana penutupan Bandara Juanda yang beredar di masyarakat, hanya kesalahan komunikasi. "Pak Presiden menekankan semua harus berjalan normal. Jangan ganggu aktivitas ekonomi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Bandara Juanda Surabaya dikabarkan kemungkinan ditutup sementara untuk penerbangan sipil. Pasalnya, bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) tersebut bakal digunakan untuk perayaan Hari Ulang Tahun Ke-69 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Trikora Harjo, General Manager Bandara Internasional Juanda, mengatakan mulai 26 September hingga 30 September, secara bertahap, sekitar 219 pesawat militer akan memenuhi Bandara Juanda.

Rencananya, ratusan pesawat militer tersebut memenuhi 10 parking stand di Terminal 1 dan Terminal 2. Jika pesawat sudah terkumpul di Juanda, mulai 26 September hingga 30 September TNI bakal menggelar latihan secara parsial.

Halaman
12
Editor: Benny Dasman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved