Pilpres 2014
Prabowo Terasing dari Pendukungnya
Langkah pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menggugat hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi tidak mendapat restu pemilih.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Langkah pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menggugat hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi tidak mendapat restu pemilih. Sebagian besar pemilih Prabowo-Hatta pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu, justru menilai penyelenggaraan Pemilu Presiden berjalan bebas dan jujur.
Hal ini tertuang dalam hasil riset terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Minggu (10/8/2014) siang. Hasil riset SMRC memperlihatkan, 48,2 persen responden menilai Pemilu Presiden berlangsung bebas dan jujur. Sementara 29,7 persen responden menilai Pemilu Presiden berlangsung bebas dan jujur dengan sedikit permasalahan.
Sedangkan sebanyak 10,9 persen responden menilai Pemilu Presiden berjalan bebas dan jujur dengan banyak permasalahan. Hanya 2,3 persen yang menganggap Pemilu Presiden tidak bebas dan tidak jujur. Sisanya, 8,9 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
"Hasil tidak jauh berbeda terjadi pada pendukung Prabowo-Hatta dan partai-partai pendukungnya. Kebanyakan mereka juga menganggap pilpres berjalan baik," kata Peniliti SMRC Djayadi Hanan.
Dari pendukung Prabowo-Hatta yang disurvei, 47 persennya juga menganggap Pemilu Presiden berlangsung sangat bebas dan jujur. Sebanyak 27 persen responden menilai Pemilu Presiden berlangsung bebas dan jujur dengan sedikit permasalahan.
Sementara sebanyak 14 persen responden menilai Pemilu Presiden berjalan bebas dan jujur dengan banyak permasalahan. Hanya 4 persen yang menganggap Pemilu Presiden tidak bebas dan tidak jujur. Adapun 7 persen lainya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
"Sikap Prabowo menggugat ke MK karena menganggap pilpres totaliter dan penuh kecurangan, tidak didukung oleh mayoritas masyarakat, bahkan pendukungnya sendiri. Prabowo terasing oleh pemilihnya sendiri," ujar Djayadi.
Survei ini dilakukan pada 21-26 juli 2014 dengan 1220 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei dibiayai oleh SMRC bekerjasama dengan lingkaran survei Indonesia.
Namun sikap berbeda diperlihatkan kader Partai Gerindra dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka berencana mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (11/8/2014).
"Kepada masyarakat kami mohon maaf apabila merasa terganggu dengan aktivitas yang kami lakukan besok. Dan sekiranya tidak ada keperluan yang sangat penting kami harapkan untuk menghindari tempat demonstrasi," ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M.Taufik.
Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Ferry J Julianto menyebut, jumlah pendukung Prabowo-Hatta yang hadir di gedung MK bakal mencapai ribuan orang. "Puluhan ribu akan mengepung gedung MK di depan dan belakang," kata Ferry.
Menurutnya, aksi damai bukan hanya berlangsung di depan gedung MK. Mereka juga akan mengepung gedung KPU di seluruh daerah Indonesia.
Rencananya, MK akan menggelar sidang ketiga gugatan hasil Pemilu Presiden, Senin (11/ 8).
Sidang MK tersebut bakal mendengarkan keterangan saksi. Terdaftar 75 orang saksi dari pemohon, termohon dan pihak terkait. Masing-masing menyiapkan 25 orang saksi.