Pilpres 2014

Berharap Paspampres Izinkan Jokowi Blusukan

Jokowi tidak ingin berjarak dengan masyarakat meskipun ia resmi sebagai Presiden.

Editor: Benny Dasman

POS KUPANG.COM, JAKARTA-- Presiden terpilih Joko Widodo bertekad tetap menjalankan kebiasaan turun ke masyarakat atau terkenal dengan sebutan blusukan, sekalipun telah menjabat sebagai presiden 20 Oktober nanti. Namun dia sadar, aturan protokoler pengamanan dari Paspampres akan ketat, tidak selonggar ketika dia menjadi gubernur.

Apabila pengamanan dan penjagaan pasukan pengaman presiden (Paspampres) diberlakukan ketat, ia merasa tidak nyaman. "Antara nyaman dan tidak nyaman. Enggak nyamannya itu kalau dengan masyarakat terlalu ketat, masyarakat banyak yang komplain dan saya enggak mau seperti itu," ujar Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi saat meresmikan Kantor Transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8).

Jokowi yang kini kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta berharap masalah keamanan masih bisa dibicarakan ketika ia blusukan. Ia tidak ingin berjarak dengan masyarakat meskipun ia resmi sebagai Presiden.

"Kalau nanti setelah manajemennya benar bisa kami atur. Saya tetap ingin bisa mendengar rakyat, bisa salaman dengan rakyat," kata Jokowi.

Sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil rekapitulasi suara secara nasional, 22 Juli silam, pengamanan Jokowi mulai ditambah. Ketika blusukan pun sudah mulai terlihat pengamanan yang ketat. Salah satunya prosedur sterilisasi jalur yang akan dilalui Jokowi oleh aparat Kepolisian.

Mengenai jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mengakui sampai saat ini belum berencana mundur dari jabatannya sekarang. "Belum, belum. Masih (menjabat)," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/8).

Jokowi mengatakan, rencana pengunduran dirinya itu tergantung sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres di Mahkamah Konstitusi, yang diajukan kubu Prabowo-Hatta.
"Ya mestinya habis MK. Habis MK itu kan bisa Agustus, bisa September, bisa Oktober," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri Pemprov DKI Jakarta, Heru Budi Santoso mengatakan pihaknya sedang menyiapkan draf pengunduran diri Gubernur DKI.

"Drafnya sedang saya buat. Nanti besok pagi draft harus dikoreksi oleh Pak Gubernur tunggu pengarahan kapan harus kami teruskan. Targetnya tunggu arahan beliau dulu," kata Heru. (tribunnews/nic)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved