Breaking News:

Ramadan

Orang Muda Katolik Jaga Keamanan Sholat Id di Adonara

Para pemuda mengenakan pakaian seragam OMK dan menjaga di sepanjang jalan,

Penulis: PosKupang | Editor: Putra
Orang Muda Katolik Jaga Keamanan Sholat Id di Adonara
ist

POS KUPANG.COM, ADONARA - Orang Muda Katolik (OMK) yang tergabung dalam wadah Pemuda Katolik Gereja Kristus Raja mengamankan pelaksanaan Sholat Id pada perayaan Idul Fitri umat muslim di lapangan Kebun Raya Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores TImur, Senin (28/7/2014).

Para pemuda mengenakan pakaian seragam OMK dan menjaga di sepanjang jalan,  termasuk mengatur lalu lintas bersama anggota Lantas Polres Flotim.

Banyaknya arus mudik dalam perayaan Idul Fitri di wilayah Adonara Timur membuat para jemaah yang melaksanakan sholat harus berdesak-desakan bahkan ke luar ke tempat sampah. Padahal, sebelumnya Panitia Hari Besar Islam (PHBI) telah mematok pagar keliling sebagai pembatas,  namun tak mampu menampung belasan ribu umat sehingga sebagian umat harus berdesakan keluar ke tempat sampah yang berada persis di belakang Kantor Pos Waiwerang dan jalan raya.

Eman, salah seorang pemuda  saat jaga di depan Katedral mengatakan, pengamanan sholat Id antarumat beragama. "Dan, di Adonara, ikatan kekeluargaan mampu menyatukan masyarakat Adutuk menjaga keamanan selama perayaan Sholat Id dan sebagai wujud toleransi antarumat beragama, maka kami menerjunkan beberapa pemuda OMK di sejumlah lokasi pelaksanaan Sholat Id," ujar Eman.

Ia mengajak semua komponen masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan tentram di Adonara dan Kabupaten Flotim. "Mari ciptakan perayaan Idul Fitri di Adonara khususnya dan di Flotim umumnya yang aman dan tentram,"ujarnya.

Ketua PHBI Kabupaten Flotim, Abd Razak Jakra kepada wartawan mengatakan, pelibatan para pemuda Katolik, Protestan, Hindu dan Budha sebagai wujud toleransi antarumat beragama. "Sebagian besar pemuda gereja telah hadir di lapangan dan masjid tempat umat sholat untuk menjaga keamanan. Dan,  mereka sangat berpartisipasi,"katanya.

Dalam khotbahnya, KH. Alifuddin Ayyubi  mengatakan, ramadhan yang diwajibkan puasa didalamnya adalah momentum yang sangat efektif untuk mengokohkan keimanan dan mengembalikan kita kepada fitrah. Ramadhan merupakan bulan yang disiapkan Allah SWT untuk mendidik jiwa-jiwa yang menjauhi-Nya untuk kembali kepada-Nya, mendidik jiwa-jiwa yang berlumur dosa untuk datang memohon ampun kepada-Nya, mendidik jiwa-jiwa yang lalai dari ibadahnya untuk bersimpuh bersujud dan mengikhlaskan pengabdiannya.

"Semoga Ramadhan ini mampu kita buktikan sebagai bulan mengokohkan iman dan ihtisab (mengharap pahala) kita kepada-Nya, sehingga kita semua mendapatkan ampunan Allah SWT," katanya.  

Pada akhir khotbah, khotib nukilkan sebuah Surat al-Mâ'ûn yang memerintahkan kepedulian  terhadap yatim-piatu dan fakir miskin di lingkungan sekitar. Ibadah puasa yang baru dilaksanakan mengajarkan  tentang kepedulian sosial. Hal ini menyuruh  kita untuk membangun kesalehan sosial. Ceramah ini menggugah  umat bahkan ada yang meneteskan air mata. (iva)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved