Prabowo-Hatta Duduk Berjauhan

Pasangan calon presiden - calon wakil presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akhirnya bertemu setelah empat hari tak tampak bersama.

Editor: Agustinus Sape

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Pasangan calon presiden - calon wakil presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akhirnya bertemu setelah empat hari tak tampak bersama. Keduanya didampingi petinggi beberapa parpol pengusung mengecek kesiapan data Pilpres di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang No 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2014) petang.

Prabowo dan Hatta terlihat kaku. Tempat duduk keduanya pun agak berjauhan, terpisahkan Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Prabowo lebih dekat duduknya dengan Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Di dalam ruangan berukuran sekitar 4x5 meter persegi itu tampak Prabowo dan Hatta Rajasa duduk terpisah di sofa cokelat muda. Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin duduk di antara tempat duduk Prabowo dan Hatta. Prabowo justru duduk berdampingan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical. Sementara, Hatta duduk bersebelahan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung.

Saat Hatta berbincang dengan Akbar Tanjung, tampak Prabowo, Ical saling berbisik dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Tidak diketahyu apa materi yang dibicarakan ketiga politisi itu.

Pantauan TRIBUNnews.com, ruangan seluas kurang lebih empat meter kali empat meter, terdapat beberapa tempat duduk berwarna cokelat muda. Namun, hanya Ical yang duduk menggunakan kursi berbeda, berwarna hitam.

Kedatangan Prabowo, Hatta dan para politisi dari partai pendukung ke kantor DPP PKS untuk meninjau pusat data Pilpres 2014 sekaligus berbuka puasa bersama. Prabowo meminta wartawan yang sedang mengambil foto dirinya bersama Hatta segera mengakhiri pemotreta. "Sudah yah, sama tim lawyer saja," ucap Prabowo.

Hubungan Prabowo dan Hatta dikabarkan retak setelah Prabowo memberi pernyataan keras. Dia menolak hasil kerja KPU terkait Pilpres 2014, dan menarik diri dari proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres pada 22 Juli 2014. Diduga, keputusan tersebut diambil secara sepihak pihak Prabowo, tidak melibatkan Hatta. Selasa siang, Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan, Hatta menerima dan menghormati hasil KPU. Sikap ini berbeda dengan Prabowo.

Pihak KPU sendiri sudah memutuskan pada 22 Juli 2014 saat itu, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi pemenang atau presiden dan wakil presiden terpilih dengan perolehan suara mayoritas, 53,15 persen.

Hatta 'menghilang' sejak empat hari lalu dari kegiatan bersama Prabowo, sering dicecar pertanyaan oleh wartawan. Misalnya, menayakan kabar cucunya yang baru lahir serta sikap PAN di koalisi permanen Merah Putih, koalisi yang mengusung Prabowo - Hatta. "Cucu sehat," ucap Hatta yang mengenakan baju biru tua lengan panjang dan menggunakan peci hitam.

Kehadiran Hatta di depan publik ini adalah untuk kali pertama sejak Prabowo seorang diri menyampaikan keputusan menolak dan menarik dari dari proses pelaksanaan Pilpres 2014 pada hari pengumuman presiden dan wakil presiden terpilih pada Selasa lalu. Bahkan ketika mendeklarasikan Tim Perjuangan Koalisi Merah Putih untuk Keadilan di Rumah Polonia, Selasa lalu.

Tim ini diketuai mantan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, serta matan Panglima TNI Djoko Santoso dan mantan KSAD George Toisutta menjadi wakil ketua. Yunus ditunjuk setelah Ketua  Tim Koalisi pemenangan Merah Putih Mahfud MD mengundurkan diri. Mahfud MD menyatakan mundur dari Ketua Tim pemenangan pasangan calon presiden (Capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (Cawapres) Hatta Rajasa. Mahfud mengaku tugasnya sudah selesai seiring berakhirnya pelaksanaan Pilpres.

Usai mengecek data Pilpres, Prabowo dan Hatta berbuka puasa bersama dilanjutkan pertemuan tertutup di sebuah ruangan lantai 2 kantor PKS tersebut. Pada sekitar sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah awak media diperkenankan mengambil gambar pertemuan tersebut.

Setelah sempat mengatakan menolak hasil KPU, dam tarik diri dari proses rekapitulasi di KPU, pasangan Prabowo-Hatta memutuskan menggugat sengketa penghitungan suara pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Data-data hitungan manual yang dikumpulkan saksi Prabowo - Hatta dan ditampung di markas PKS akan digunakan sebagai bahan pengajuan gugatan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (25/7).

Lalu, bagaimana kelanjutan koalisi Prabowo-Hatta beserta parpol pengusungnya? Prabowo dan Hatta memberi jawaban singkat saat wartawan mengklarifikasi kabar yang menjadi tanya jawab publik tersebut.

"Insya Allah solid," ujar Prabowo yang mengenakan baju koko lengan pendek putih dan celana krem.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Golkar sekaligus juru bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya menyatakan, Hatta Rajasa tidak bisa mendampingi Prabowo pada saat menyatakan penolakan dan penarikan diri dari proses Pilpres karena tengah menunggu prosesi kelahiran cucunya. (tribunnews/coz/zul/m4)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved