Pembunuhan Anggota Polisi
Kalau Manusia, Pembunuh Bharada Rizky Tidak Sekeji Itu
Keluarga Bhayangkara Dua (Bharada) Rizky Dwi Wicaksono (20), anggota Detasemen B Satuan III Pelopor Brimob Kelapa Dua
POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Keluarga Bhayangkara Dua (Bharada) Rizky Dwi Wicaksono (20), anggota Detasemen B Satuan III Pelopor Brimob Kelapa Dua, Depok, tidak terima atas kematian yang mengenaskan. Bibinya, Handayani (45), menyebut pelaku tidak bisa disebut manusia.
"Para pelaku adalah setan, karena kalau manusia pasti tidak sekeji itu," katanya saat ditemui Warta Kota di rumah duka di Dusun Popohan, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Selasa (1/7/2014).
Handayani berharap, dalam waktu singkat para pembantai Rizki bisa tertangkap dan diberi hukuman setimpal karena perbuatanya sudah di luar batas kemanusiaan.
"Keponakan saya itu tidak punya musuh dan orangnya pendiam," kata dia.
Sejak berita kematian Rizki sampai ke Pasuruan, keluarga langsung memasang bendera kuning. Para kerabat dan teman korban bertadangan menemui keluarga Rizki untuk menyampaikan duka citanya.
"Kami tak menyangka dia meninggal dengan cara sekeji itu," ujar Handayani.
Handayani mengatakan, keluarga terpukul mendengar kabar kematian Rizki. Korban yang sejak kecil memiliki cita-cita menjadi polisi itu sejauh pengetahuan keluarganya tidak memiliki musuh.
Rizky tewas dibantai di dekat halte Universitas Indonesia (UI), Selasa (3/6) dini hari oleh sepuluh orang yang tidak dikenal. Saat itu, Rizky sedang menumpang taksi yang akan mengantarnya pulang ke Pasuruan, Jawa Timur.*