Salam Pos Kupang

Pro Kontra Izin Tambang di Ende

Bila semua potensi ini dieksploitasi, maka masyarakat Ende dan mungkin Flores dan pulau-pulau sekitarnya akan lebih sejahtera

Pro Kontra Izin Tambang di Ende
ist
Marsel Petu 

PERSOALAN eksploitasi tambang di Kabupaten Ende terus mengemuka dalam lima tahun terakhir. Saat ada demo penolakan dan dukungan dari masyarakat, izin tambang telah dikeluarkan. Banyak perusahaan luar sudah mulai beroperasi.

Kini, janji kampanye Marcel Petu saat mencalonkan diri sebagai Bupati Ende, kembali ditagih. Saat itu, Marcel berjanji akan mencabut semua izin tambang yang sudah dikeluarkan. Baginya, izin tambang itu sama sekali tidak membawa keuntungan bagi masyarakat sehingga harus kembali ditinjau.


Kini, setelah menjadi bupati, janji Marcel Petu kembali ditagih. Dan, Marcel tetap komit pada apa yang diucapkannya, semua izin tambang akan dicabut. Tapi, kapan janji itu ditepati? Dan, apakah memang harus demikian?

Kabupaten Ende memiliki potensi pertambangan yang sangat beasar. Ada panas bumi, pasir besi, batu warna, emas hingga garam. Bila semua potensi ini dieksploitasi, maka masyarakat Ende dan mungkin Flores dan pulau-pulau sekitarnya akan lebih sejahtera. Hal ini yang coba dilakukan oleh Pemkab Ende di masa kepemimpinan Don Wangge yang menimbulkan pro dan kontra hingga saat ini.

Lalu, bagaimana sebaiknya masalah ini harus diselesaikan? Undang-Undang Dasar 1945 mengatakan bahwa sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besanya bagi kesejahteraan rakyat. Artinya, semua potensi alam yang ada harus dimaksimalkan untuk masyarakat. Regulasi ini kemudian diperkuat lagi dengan lahirnya undang-undang mengenai lingkungan hidup.

Terkait persoalan tambang di Ende, masalah sebenarnya ada pada keterbukaan pemerintah terhadap masyarakat. Pemerintah masih lemah dalam sosialisasi. Pemerintah belum sepenuhnya memberitahu pada masyarakat apa tanggung jawab dan hak yang bakal diperoleh dari tambang. Pemerintah tidak boleh tertutup saat mengambil keputusan mengenai hal ini.

Masyarakat harus diberi ruang untuk menentukan apa kemauannya soal tambang di daerahnya. Kalau menguntungkan, tentu tak ada penolakan. Pada posisi ini, pemerintah harus bijak saat mengambil keputusan, bukan secara emosional karena sebuah kepentingan. Hari ini bisa saja ada yang menolak penambangan, tapi besok akan ada yang datang dan minta tambang dilanjutkan.

Tapi, kalau pro dan kontra ini masih terus berlanjut, mungkin para pengambil keputusan harus berpikir lain. Mungkin Ende tidak cocok untuk pertambangan sehingga yang harus dikembangkan adalah perkebunan, pariwisata dan perikanan. *

Penulis: Sipri Seko
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved